Market Hari Ini 17 Jan 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

SUNI Moncer, Saham Menghijau dan Kinerja Keuangan Impresif

SUNI Moncer, Saham Menghijau dan Kinerja Keuangan Impresif
SUNI Moncer, Saham Menghijau dan Kinerja Keuangan Impresif

Daftar Isi

  1. 01 Bangun Pabrik Kedua
  2. 02 Kontrak dengan Pertamina

KABARBURSA.COM - PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) sedang bersinar. Dalam pergerakan sahamnya hari ini, SUNI menutup pekan dengan bergerak naik sebesar 1,84 persen dan menancapkan sahamnya di level 830. Kinerja keuangannya pun sangat impresif.

Pada sembilan bulan pertama tahun 2024 (9M24), kinerja SUNI menunjukkan pertumbuhan yang agresif di berbagai aspek operasional dan finansial. Perusahaan ini berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp800 miliar, meningkat 67,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

EBITDA yang dicapai mencapai Rp244 miliar, tumbuh signifikan sebesar 105,8 persen, sementara laba bersih naik hingga 129,1 persen menjadi Rp168,7 miliar dengan marjin laba bersih yang tetap mengesankan di level 21,1 persen.

Peningkatan kinerja ini sebagian besar didorong oleh peningkatan penjualan pada segmen kunci seperti produk Oil Country Tubular Goods (OCTG) tubing, yang mencatat penjualan sebesar 17.727,9 ton sepanjang 9M24, naik 60,2 persen secara tahunan dan telah mencapai 88,6 persen dari target tahun 2024.

Penjualan ini didominasi oleh tubing dengan kualitas rendah (low grade) sebesar 84,2 persen, sementara 15,8 persen lainnya berasal dari tubing berkualitas tinggi (high grade).

Segmen OCTG Casing juga menunjukkan performa luar biasa dengan penjualan 10.911,7 ton, melampaui target awal sebesar 8.813 ton atau 123,8 persen dari target tahunan.

Produk lain seperti Wellhead dan X’Mas Tree mencatat penjualan 80 unit pada 9M24, tumbuh tipis 1,3 persen dibandingkan tahun lalu, dengan realisasi 81,6 persen dari target 2024.

Bangun Pabrik Kedua

Salah satu strategi penting yang mendukung proyeksi pertumbuhan SUNI di masa depan adalah pembangunan pabrik kedua yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi OCTG tubing hingga 60.000 ton per tahun dari kapasitas sebelumnya sebesar 30.000 ton.

Pabrik ini direncanakan akan mulai beroperasi pada paruh kedua 2025 dan diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja operasional serta finansial perusahaan.

Di sisi investasi, SUNI mengalokasikan belanja modal sebesar Rp400 miliar untuk fase ketiga ekspansi bisnis, menunjukkan komitmennya terhadap pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, SUNI baru saja mendapatkan kontrak baru senilai Rp130 miliar yang akan berdurasi dua tahun, memberikan dampak positif terhadap pendapatan perusahaan dalam jangka pendek.

Dalam hal kebijakan bagi pemegang saham, SUNI juga berkomitmen untuk menjaga rasio pembayaran dividen minimal sebesar 10 persen. Langkah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor yang menginginkan stabilitas dan kepastian pengembalian investasi.

Secara valuasi, dengan harga saham terakhir di level Rp815, SUNI diperdagangkan pada price-to-earnings ratio (P/E) sekitar 9,6 kali, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata P/E industri sebesar 19 kali.

Hal ini menjadikan saham SUNI sebagai pilihan yang menarik bagi investor, mengingat proyeksi kenaikan nilai wajar saham dalam 12 bulan mendatang di kisaran Rp1.140 per lembar, atau sekitar 17 kali P/E.

Meski begitu, beberapa risiko yang perlu diantisipasi termasuk potensi perubahan regulasi pemerintah, gangguan produksi, kompetisi dari pemain baru, serta risiko kehilangan tender.

Namun, dengan pertumbuhan yang kuat, ekspansi kapasitas, dan kebijakan manajemen yang stabil, SUNI memiliki potensi besar untuk terus memberikan kinerja yang solid di masa depan, sekaligus menjadi salah satu emiten yang menarik untuk investasi jangka panjang.

Kontrak dengan Pertamina

Saham PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mencatatkan tren positif dengan kenaikan dua hari beruntun, menyusul keberhasilan perusahaan memenangkan tender strategis dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).

Pengumuman resmi yang menyatakan SUNI sebagai pemenang tender untuk pengadaan COO Casing 13-3/8'' Grade K55 dilakukan pada 14 Januari 2025, dengan nilai penawaran mencapai Rp129,88 miliar.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kompetensi perusahaan, tetapi juga memberikan sentimen positif pada pergerakan sahamnya.

Pada perdagangan hari Rabu, 15 Januari 2025, saham SUNI ditutup naik 1,28 persen di level Rp790. Tren penguatan terus berlanjut pada Kamis, 16 Januari 2025, dengan lonjakan 3,16 persen menjadi Rp815.

Aktivitas transaksi saham juga cukup aktif, dengan nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp694,7 juta. Secara mingguan, saham SUNI mencatat pertumbuhan 1,88 persen meskipun masih berada dalam tren koreksi sebesar 13,76 persen dalam tiga bulan terakhir.

Direktur PT Sunindo Pratama Freddy Soejandy, mengungkapkan bahwa keberhasilan perusahaan memenangkan tender besar ini membuka peluang untuk memperkuat pendapatan usaha secara berkesinambungan.

Freddy juga optimistis bahwa kontrak strategis seperti ini akan memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan dan laba usaha perusahaan, khususnya untuk tahun 2025 hingga 2026. Komitmen SUNI dalam menjalankan proyek pengadaan untuk PHSS menunjukkan fokus perusahaan pada pencapaian target-target yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan perkembangan ini, SUNI menunjukkan potensi besar untuk menarik perhatian investor yang mengutamakan fundamental kuat. Tender yang dimenangkan menjadi salah satu indikator positif bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja operasional dan finansial dalam jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait