Market Hari Ini 13 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Super Bank (SUPA) Pangkas Rugi Jadi Rp99 Miliar pada 2025

Super Bank Indonesia mencatat rugi bersih Rp99,68 miliar pada 2025, menyusut dibandingkan kerugian Rp366,37 miliar.

Super Bank (SUPA) menekan rugi bersih menjadi Rp99 miliar pada 2025 dari Rp366 miliar tahun sebelumnya. Aset dan dana pihak ketiga bank juga menunjukkan pertumb

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil menekan kerugian pada tahun buku 2025. (Foto: Dok. Super Bank)
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil menekan kerugian pada tahun buku 2025. (Foto: Dok. Super Bank)

KABARBURSA.COM – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil menekan kerugian pada tahun buku 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2025, rugi bersih tercatat Rp99,68 miliar, menyusut dibandingkan kerugian tahun sebelumnya sebesar Rp366,37 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan sejumlah indikator keuangan bank selama periode berjalan.

Dari sisi total aset, Super Bank mencatat nilai sekitar Rp9,66 triliun pada akhir 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp7,86 triliun.

Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, bank membukukan kredit yang diberikan sekitar Rp4,18 triliun hingga akhir Desember 2025.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sekitar Rp5,17 triliun pada akhir 2025.

Selain itu, total ekuitas bank tercatat sekitar Rp3,87 triliun pada akhir periode laporan keuangan.

Kinerja keuangan perseroan juga dipengaruhi oleh sejumlah komponen biaya operasional dan beban penurunan nilai aset keuangan yang masih tercatat dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Laporan keuangan tersebut juga menunjukkan bahwa perseroan masih mencatat defisit saldo laba, yang merupakan akumulasi kerugian dari periode sebelumnya.

Super Bank Indonesia merupakan bank yang berfokus pada pengembangan layanan perbankan digital dan transformasi model bisnis perbankan yang berbasis teknologi.

Laporan keuangan yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, serta laporan arus kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Dokumen tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan atas pos-pos tertentu dalam laporan keuangan yang menjelaskan perubahan sejumlah akun dalam laporan keuangan bank selama tahun berjalan.

Dengan penyusutan kerugian tersebut, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya seiring dengan langkah transformasi yang dijalankan perusahaan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait