KABARBURSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$ 2,02 miliar pada bulan Januari 2024.
Meskipun angka tersebut lebih rendah dari surplus US$ 3,29 miliar pada Desember 2023, Bank Indonesia (BI) melihat bahwa surplus perdagangan masih berperan penting dalam menjaga ketahanan eksternal.
"BI menganggap perkembangan ini sebagai sesuatu yang positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," ungkap Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya dikutip Minggu 17 Maret 2024.
Surplus neraca perdagangan Januari 2024, terutama berasal dari surplus neraca perdagangan nonmigas.
Neraca perdagangan nonmigas pada Januari 2024 mencatat surplus sebesar US$ 3,32 miliar, seiring dengan ekspor nonmigas yang mencapai US$ 19,13 miliar.
Komoditas utama ekspor nonmigas meliputi lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, serta alas kaki.
Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat (AS), dan India tetap menjadi penyumbang utama ekspor Indonesia.
Erwin menyatakan bahwa ke depannya, BI akan mengintensifkan sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lainnya untuk menjaga ketahanan eksternal.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.