Market Hari Ini 22 Apr 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Tangkal Ekspor Sampah Plastik, Riverin Menteri Kanada

Tangkal Ekspor Sampah Plastik, Riverin Menteri Kanada
Tangkal Ekspor Sampah Plastik, Riverin Menteri Kanada

KABARBURSA.COM - Co-Captain River Warrior Indonesia (Riverin), Aeshnina Azzahra Aqilani, mengunjungi Menteri Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada, Steven Guilbeault, untuk menyuarakan protes terhadap ekspor sampah plastik ke Indonesia yang masih dilakukan oleh Kanada.

Nina, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, dia telah mengirim surat protes kepada Pemerintah Kanada untuk menghentikan pengiriman sampah plastik ke Indonesia.

“Surat itu ditujukan kepada Perdana Menteri Kanada, namun hingga saat ini, saya belum menerima balasan,” ujar Nina setelah menghadiri acara 'Pawai Mengakhiri Era Plastik' di Ottawa, Kanada, pada Minggu, 21 April 2024.

Dalam pawai yang diikuti oleh ratusan aktivis dari seluruh dunia, Nina menambahkan bahwa masih banyak sampah plastik dari Kanada yang digunakan sebagai bahan bakar, yang ditemukan di Indonesia. Ia berharap pemerintah Kanada akan menghentikan pengiriman sampah plastik ke negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia.

“Please answer my letter and please stop export plastic waste to Indonesia and other developing countries,” tegas Nina kepada Menteri tersebut.

Lebih lanjut, siswi kelas XI SMAMIO Gresik itu menyampaikan kecemasannya terhadap dampak polusi akibat daur ulang sampah plastik dari Kanada oleh pabrik-pabrik di Gresik.

“Daur ulang sampah plastik bukanlah solusi, karena kami menemukan industri daur ulang membuang limbah cair yang mencemari sungai-sungai yang menjadi sumber air minum kami, serta mikroplastik di air sungai yang juga mencemari rantai makanan kami,” tutur Nina.

Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada, Steven Guilbeault, merespons pesan dari Nina dan berjanji akan segera menanggapi serta membalas surat tersebut.

“Atas nama Perdana Menteri, saya akan segera menanggapi surat dari Nina,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nina mengungkapkan bahwa Pemerintah Kanada mengakui masih adanya ekspor sampah plastik ilegal ke Indonesia, dan mereka sedang berupaya melakukan perbaikan.

Adapun temuan dari Tim Riverin dan Nina sepanjang tahun 2023 yaitu:

1. Timbunan sampah impor di beberapa desa di Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang, Jawa Timur. Timbunan besar juga ditemukan di dalam pabrik kertas PT Indah Kiat di Kragilan Kabupaten Serang, Banten, yang berpotensi mencemari air bawah tanah dan kontaminasi mikroplastik udara serta dioksin.

2. Aktivitas pembakaran sampah plastik impor sebagai bahan bakar pembuatan tahu dan batu gamping.

3. Buangan mikroplastik tinggi dari industri-industri kertas daur ulang di Jawa Timur, dengan lebih dari 11 industri kertas daur ulang berbahan baku sampah impor yang membuang limbah cair ke sungai Brantas, yang merupakan sumber air minum, irigasi sawah, dan tambak ikan.

4. Kontaminasi mikroplastik pada air, sedimen, dan biota laut/seafood.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait