Market Hari Ini 12 Mar 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Tantangan Transisi Energi Menuju PLTS Atap di Rumah Tangga

Tantangan Transisi Energi Menuju PLTS Atap di Rumah Tangga
Tantangan Transisi Energi Menuju PLTS Atap di Rumah Tangga

KABARBURSA.COM - Ketua Perkumpulan Pengguna Listrik Surya (PPLSA), Yohanes Sumaryo, Menyoroti biaya dan keberlanjutan transisi energi ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Yohanes Sumaryo, ketua PPLSA, mengungkapkan bahwa rumah tangga yang bermaksud mandiri dari pasokan listrik PT PLN memerlukan investasi sekitar Rp50 juta untuk PLTS Atap, dengan biaya sekitar Rp8-10 juta per kWp. Namun, sebelum beralih ke PLTS Atap, rumah tangga perlu memperhitungkan penggunaan energi harian mereka dengan listrik PLN, terutama untuk pembangkit listrik off grid.

Dalam perhitungannya, Yohanes menjelaskan bahwa rumah tangga dengan PLTS Atap 3 kWp masih memerlukan listrik PLN sebesar 30-40 persen saat musim hujan, sementara saat musim kemarau mereka dapat mengekspor 30-40 persen dari energi yang dihasilkan.

Namun, Yohanes menekankan pentingnya penghargaan nilai kWh ekspor dari PLN dalam peraturan PLTS Atap on grid dengan net metering. Tanpa penghargaan ini, masyarakat mungkin enggan membangun PLTS Atap yang lebih besar dari 1 kWp.

Yohanes juga menyoroti bahwa untuk menjadi benar-benar independen dari PLN, rumah tangga perlu memasang PLTS Atap 5 kWp dengan baterai setidaknya 15-20 kWh. Namun, tantangan terbesar adalah biaya investasi yang besar dan kurangnya insentif dari PLN untuk ekspor energi.

Dengan skala masif transisi energi rumah tangga ke PLTS Atap, Yohanes mengkhawatirkan potensi kehilangan pelanggan residensial oleh PLN, bahkan hingga kemungkinan kolaps jika fenomena "grid defection" berlangsung secara massal, yang dapat memicu spiral krisis utilitas. (ari/adi)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait