Market Hari Ini 21 Jan 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

TAPG Umumkan Transaksi Afiliasi Rp400 Miliar

TAPG Umumkan Transaksi Afiliasi Rp400 Miliar
TAPG Umumkan Transaksi Afiliasi Rp400 Miliar

Daftar Isi

  1. 01 Kenaikan Laba Bruto
  2. 02 Emiten Kelapa Sawit

KABARBURSA.COM - PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melaporkan adanya transaksi afiliasi berupa Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman antara dua entitas terkendali perusahaan.

Corporate Secretary TAPG, Joni Tjeng, menjelaskan bahwa transaksi tersebut melibatkan PT Yudha Wahana Abadi (YWA) dan PT Muaratoyu Subur Lestari (MSL). Berdasarkan perjanjian yang telah disepakati, fasilitas pinjaman dengan nilai maksimum mencapai Rp400 miliar diberikan oleh YWA kepada MSL.

“Entitas terkendali kami, PT Yudha Wahana Abadi (YWA), memberikan pinjaman kepada PT Muaratoyu Subur Lestari (MSL),” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa 21 Januari 2025.

Sebagai bagian dari struktur afiliasi, YWA merupakan perusahaan terkendali TAPG melalui PT Agro Multi Persada (AMP), di mana AMP memiliki 99,99 persen saham YWA. AMP sendiri adalah entitas terkendali TAPG dengan kepemilikan saham sebesar 94,93 persen.

Adapun PT Muaratoyu Subur Lestari (MSL) juga berada di bawah kendali TAPG melalui AMP, dengan AMP memiliki 99,99 persen saham MSL.

Transaksi ini mencerminkan hubungan sinergis antar-entitas di bawah naungan TAPG, mendukung kelancaran operasional sekaligus memperkuat struktur permodalan internal perusahaan.

Kenaikan Laba Bruto

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,24 triliun hingga 30 September 2024, meningkat dari Rp6,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan keuangan yang dirilis Kamis, beban pokok penjualan turun menjadi Rp4,23 triliun dari sebelumnya Rp4,53 triliun. Hal ini mendorong kenaikan laba bruto menjadi Rp2,00 triliun dibandingkan dengan Rp1,50 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Seperti dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis 24 Oktober 2024.

Laba usaha juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp1,52 triliun dibandingkan dengan Rp913,50 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak naik menjadi Rp2,02 triliun dari Rp1,34 triliun di tahun sebelumnya.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,61 triliun, naik dari Rp1,10 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, total liabilitas TAPG meningkat menjadi Rp2,94 triliun hingga 30 September 2024, dari Rp2,52 triliun pada 31 Desember 2023. Total aset juga naik menjadi Rp14,08 triliun dari Rp13,86 triliun pada akhir tahun 2023.

Emiten Kelapa Sawit

PT Triputra Agro Persada Tbk, sebuah emiten CPO, mencatat peningkatan laba sebesar 107 persen menjadi Rp966 miliar selama semester I 2024.

Menurut laporan keuangan, TAPG mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp4,07 triliun, meningkat 8,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,77 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga CPO sebesar 7 persen.

TAPG juga berhasil mengurangi beban pokok produksi sebesar 5 persen, yang terutama disebabkan oleh penurunan harga pupuk. Dengan kinerja ini, TAPG mencatatkan laba bersih Rp966 miliar, meningkat 105,6 persen dibandingkan semester I 2023 yang sebesar Rp469,8 miliar.

Presiden Direktur TAPG, Tjandra Karya Hermanto, menjelaskan bahwa pada kuartal II 2024 produksi TBS TAPG meningkat 4 persen dibandingkan periode sebelumnya. TAPG tetap fokus pada praktik pertanian yang baik dan infrastruktur pendukung untuk memastikan kelancaran produksi dan pengiriman dalam segala kondisi iklim pada paruh kedua 2024.

“Harga CPO pada semester I 2024 tetap tinggi karena pasokan minyak nabati dunia belum meningkat signifikan. Dengan pencapaian produksi saat harga masih tinggi, perusahaan optimistis dapat mencatat pertumbuhan kinerja positif hingga akhir tahun,” kata Tjandra.

Secara operasional, Tjandra menjelaskan bahwa dampak El Nino yang terjadi tahun lalu masih terasa hingga semester I 2024. TAPG bersama entitas asosiasinya memproduksi TBS sebesar 1,39 juta ton sepanjang semester I 2024, mengalami penurunan 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait