Market Hari Ini 04 Nov 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

TBLA Siap Bagikan Dividen Interim, Segini yang Bisa Dinikmati Investor

TBLA Siap Bagikan Dividen Interim, Segini yang Bisa Dinikmati Investor
TBLA Siap Bagikan Dividen Interim, Segini yang Bisa Dinikmati Investor

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Keuangan TBLA
  2. 02 Efisiensi Beban Usaha Dorong Laba
  3. 03 Prospek TBLA di Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KABARBURSA.COM - PT Tunas Baru Lampung Tbk dengan kode saham TBLA, berencana membagikan dividen interim. Adapun besaran dividen yang akan dibagikan adalah Rp35 per saham dengan total pembayaran mencapai Rp210,88 miliar.

Pembagian dividen interim ini telah mendapat persetujuan dari dewan komisaris pada 31 Oktober kemarin.

Bagi investor yang tertarik dengan dividen ini, mereka harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan bursa tanggal 12 November 2024. Tanggal tersebut merupakan cum dividen di pasar negosiasi dan reguler.

Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada penutupan bursa tanggal 14 November 2024. Dana dividen akan dikirimkan langsung ke Rekening Dana Nasabah (RDN) investor pada 4 Desember 2024.

Pada perdagangan Senin, 4 November 2024, saham TBLA tercatat di level Rp690 per lembar saham. Dengan dividen interim Rp35 per saham, hal ini memberikan yield dividen sebesar 5,1 persen bagi investor yang saat ini memegang saham TBLA. Yield ini tergolong cukup menarik, terutama di tengah fluktuasi pasar saham yang penuh ketidakpastian.

Kinerja Keuangan TBLA

Keputusan pembagian dividen ini tak lepas dari pertumbuhan kinerja keuangan TBLA yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2024.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2024, TBLA mencatatkan laba bersih sebesar Rp500,91 miliar, atau tumbuh 14,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp435,66 miliar.

Pertumbuhan laba ini juga mendorong peningkatan laba per saham dasar (EPS) dari Rp72,31 pada September 2023 menjadi Rp83,13 per lembar saham pada akhir September 2024.

Dari sisi pendapatan, TBLA berhasil membukukan Rp12,486 triliun, yang berarti tumbuh 5,08 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan dari beberapa segmen utama bisnis perusahaan.

Penjualan produk pabrikasi dan sampingan dari pengolahan gula rafinasi serta gula kepada pihak berelasi meningkat pesat, dengan kenaikan sebesar 26,3 persen menjadi Rp4,863 triliun.

Selain itu, penjualan produk pabrikasi dari pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit kepada pihak berelasi juga tumbuh sebesar 9,2 persen secara tahunan menjadi Rp2,198 triliun.

Namun, terdapat sedikit tantangan dalam segmen penjualan produk kelapa sawit kepada pihak ketiga, yang mengalami penurunan sebesar 11,4 persen menjadi Rp5,117 triliun.

Meski demikian, perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan secara keseluruhan, meskipun dihadapkan pada peningkatan beban pokok penjualan sebesar 7,2 persen yang menyebabkan laba kotor tergerus 4,3 persen menjadi Rp2,055 triliun.

Efisiensi Beban Usaha Dorong Laba

Hal yang menarik dalam laporan keuangan kuartal III 2024 adalah penurunan beban usaha yang berhasil dilakukan TBLA.

Beban usaha turun 9,1 persen secara tahunan menjadi Rp1,424 triliun. Langkah efisiensi ini berkontribusi besar pada pertumbuhan laba sebelum pajak yang mencapai Rp631,29 miliar, atau tumbuh 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saldo laba TBLA juga mengalami peningkatan yang solid, tumbuh 4,4 persen dibandingkan akhir tahun 2023 menjadi Rp6,138 triliun pada akhir September 2024.

Dengan fundamental yang kuat, TBLA menunjukkan kemampuan yang konsisten dalam menghasilkan keuntungan dan memberikan nilai tambah kepada para pemegang sahamnya.

Pembagian dividen interim ini merupakan salah satu langkah nyata TBLA dalam memberikan imbal hasil yang menarik bagi para investornya. Dengan yield dividen 5,1 persen, saham TBLA bisa menjadi opsi yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif di tengah gejolak pasar.

Selain itu, dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid, terutama dalam peningkatan laba dan efisiensi biaya, TBLA menunjukkan potensi jangka panjang yang positif.

Para investor yang ingin mendapatkan dividen ini perlu memastikan bahwa mereka tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal yang telah ditentukan.

Dengan prospek pertumbuhan yang masih terbuka di berbagai segmen bisnis, terutama dari produk gula rafinasi dan kelapa sawit, TBLA berpotensi untuk terus memberikan hasil yang menguntungkan bagi para pemegang sahamnya.

TBLA membuktikan bahwa di tengah berbagai tantangan di industri agribisnis, perusahaan mampu beradaptasi dan terus mencatatkan kinerja yang positif.

Bagi investor yang berorientasi pada dividen maupun pertumbuhan, saham TBLA tentu layak untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.

Prospek TBLA di Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Ekonom NH Korindo Ezaridho Ibnutama dan tim riset NH Korindo Sekuritas Indonesia mencatat, salah satu fokus utama pemerintahan Prabowo-Gibran adalah ketahanan pangan.

Presiden berkali-kali menekankan bahwa ketahanan pangan dan dorongan pembangunan sektor pertanian harus menjadi prioritas adlam 4 sampai 5 tahun ke depan. Sebab, dalam menghadapi tantangan global maka tidak bijaksana untuk terus menggantungkan pasokan pangan penduduk RI dari negara lain.

PT Tunas Baru Lampung Tbk adalah perusahaan agroinustri yang beroberasi di berbagai bidang, seperti perkebunan kelapa sawit dan tebu. Lalu produksi, di mana TBLA menghasilkan produk seperti minyak goreng sawit, gula, minyak sawit mentah (CPO), minyak inti sawit, stearin, margarin, asam palmitat, gliserin, bungkil inti sawit, molase, dan sabun cuci.

Lalu, perdagangan dan jasa. Dengan diversifikasi ini, TBLA berperan signifikan dalam industri pertanian dan pengolahan hasil bumi di Indonesia.

Dengan fokus usaha ini, maka TBLA akan terdampak langsung pada salah satu fokus utama pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu ketahanan pangan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait