Market Hari Ini 24 Feb 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Tekanan Geopolitik AS-Iran Melanda, Rupiah Loyo di Level Rp16.829

Rupiah ditutup melemah 27 poin ke Rp16.829 di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya tensi geopolitik Iran–Amerika Serikat.

Rupiah melemah ke Rp16.829 terdampak penguatan dolar AS, isu geopolitik Iran-AS, dan rencana kenaikan tarif perdagangan.

Ilustrasi pelemahan rupiah akibat isu geopolitik. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi pelemahan rupiah akibat isu geopolitik. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar Amerika Serikat.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemaht 27 point sebelumnya sempat melemah 45 point di level Rp16.829 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.802,” kata Pengamat Ekonomi, Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Menurutnya, penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya dinamika eksternal, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Iran dan Amerika Serikat akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa, menurut Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.

Amerika Serikat menginginkan Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran menolak dan membantah sedang mengembangkan senjata atom.

Di tengah perkembangan tersebut, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menarik personel pemerintah yang tidak penting dan keluarga mereka dari kedutaan AS di Beirut karena meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko konflik militer dengan Iran.

Dalam paparannya, Ibrahim juga menyampaikan, Presiden Amerika Serikat juga menyampaikan dalam unggahan media sosial bahwa itu akan menjadi "hari yang sangat buruk" bagi Iran jika tidak mencapai kesepakatan.

Selain itu, Washington dilaporkan sedang mempertimbangkan serangan terarah terhadap Iran yang dapat diikuti oleh serangan yang lebih besar.

Di bidang perdagangan, Amerika Serikat memperingatkan negara-negara agar tidak menarik diri dari kesepakatan perdagangan yang baru saja dinegosiasikan setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat.

Amerika Serikat juga berencana menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen untuk impor dari semua negara sesuai batas maksimum yang diizinkan berdasarkan hukum.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 16.830- Rp.16.860," ujar Ibrahim.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait