Market Hari Ini 05 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Tekanan PANI Masih Mendominasi: Buy on Weakness jadi Jurus Jitu?

PANI terkoreksi ke 15.775, masih dalam fase konsolidasi, namun fundamental kuat dan strategi buy on weakness tetap relevan dengan target 16.475–18.250.

Saham PANI koreksi ke 15.775, fundamental solid, peluang buy on weakness di 14.600–15.475 dengan target kenaikan 16.475 dan 18.250.

Ilustrasi permukiman di Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK 2 yang dikelola emiten PANI. Foto: Dok. PIK 2.
Ilustrasi permukiman di Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK 2 yang dikelola emiten PANI. Foto: Dok. PIK 2.

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Keuangan Cukup Impresif

KABARBURSA.COM - Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membuka perdagangan Selasa, 5 Agustus 2025, dengan koreksi 2,17 persen di level 15.775. Tekanan jual masih mendominasi, sehingga membuat pergerakan harga cenderung berada dalam fase konsolidasi. 

Berdasarkan analisis gelombang Elliott, MNC Sekuritas melihat posisi PANI saat ini diperkirakan berada pada fase wave (iv) dari wave [c] dalam rangkaian wave Y, sebuah tahap yang biasanya menjadi jeda sebelum pasar melanjutkan pergerakan berikutnya.

Bagi investor yang memantau peluang, area beli menarik berada di kisaran 14.600–15.475 melalui strategi buy on weakness. Dari area tersebut, target penguatan terdekat berada di 16.475 dan target lanjutan di 18.250. 

Adapun batas risiko disarankan di bawah 14.100 untuk mengantisipasi perubahan arah tren jika tekanan jual berlanjut.

Fase konsolidasi ini memberikan ruang bagi pasar untuk mengatur ulang arah, sekaligus menjadi kesempatan bagi investor yang disiplin dan sabar menunggu momentum. Jika minat beli kembali menguat, PANI berpeluang melanjutkan perjalanan menuju target yang telah diproyeksikan.

Kinerja Keuangan Cukup Impresif

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat perjalanan kinerja yang cukup impresif dalam dua tahun terakhir. Setelah 2023 diwarnai pendapatan ratusan miliar rupiah, perusahaan mencatat lonjakan signifikan pada 2024, dengan raihan di kisaran 706–747 miliar rupiah per kuartal. 

Pada kuartal IV 2024, pendapatan berada di 739 miliar, sebelum terkoreksi menjadi 612 miliar di kuartal I 2025. Meski menurun secara kuartalan, angka tersebut tetap jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama dua tahun lalu.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor tetap tebal, dengan margin berada di kisaran 50 persen lebih, bahkan sempat mendekati 60 persen pada puncaknya di 2024. Laba usaha juga mencatat capaian kuat, meski sedikit turun seiring normalisasi kinerja setelah lonjakan tahun lalu. 

EBITDA yang pada kuartal III 2024 mencapai lebih dari 360 miliar, kini berada di 228 miliar pada kuartal I 2025, masih menunjukkan fundamental yang kokoh.

Peningkatan jumlah saham beredar, dari 13,53 miliar di 2023 menjadi 16,88 miliar di 2025, memang membuat EPS tampak menurun, namun hal ini lebih disebabkan dilusi dibanding penurunan kinerja operasional. 

Rasio imbal hasil seperti ROE sempat berada di level di atas 1 persen pada periode puncak 2024, sebelum kembali melandai di awal 2025.

Dengan fundamental yang tetap kuat, strategi buy on weakness menjadi relevan bagi investor. Area 14.600–15.475 dinilai sebagai zona akumulasi yang menarik saat harga mengalami koreksi, dengan target kenaikan di 16.475 dan 18.250, serta stoploss di bawah 14.100 untuk mengantisipasi perubahan tren. 

Dalam konteks ini, pelemahan jangka pendek justru memberi peluang untuk masuk di valuasi yang lebih masuk akal, sambil menunggu momentum kinerja kembali menguat.

Jika tren margin tetap terjaga dan EBITDA kembali bergerak naik pada kuartal berikutnya, peluang PANI untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka lebar. 

Bagi investor yang disiplin mengelola risiko, periode konsolidasi saat ini bisa menjadi momen yang tepat untuk menyiapkan posisi sebelum fase kenaikan berikutnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait