Market Hari Ini 20 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Teknikal Masih Suram, Apakah Saatnya Menepi dari BMRI?

Sinyal teknikal BMRI pekan keempat Juli masih didominasi “Sangat Jual”. Investor disarankan wait and see hingga muncul konfirmasi pembalikan arah yang kuat.

Tekanan jual saham BMRI belum reda. Semua indikator teknikal mengarah ke sinyal “Sangat Jual”. Investor disarankan waspada dan sabar menanti konfirmasi.

Gedung Bank Mandiri Tbk. (Foto: Dok Perusahaan)
Gedung Bank Mandiri Tbk. (Foto: Dok Perusahaan)

KABARBURSA.COM – Tekanan jual masih membayangi pergerakan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjelang pekan keempat Juli 2025. 

Sinyal teknikal menunjukkan bahwa saham berlogo pita emas ini belum keluar dari fase pelemahan yang telah berlangsung sejak pertengahan Juni lalu.

Hingga Jumat, 18 Juli 2025, indikator teknikal menyuarakan peringatan seragam, yaitu “Sangat Jual.” Tak kurang dari sepuluh indikator utama, termasuk RSI, MACD, hingga Stochastic, menunjukkan sinyal bearish. 

RSI (Relative Strength Index) tercatat berada di level 42—belum masuk area jenuh jual, namun cukup dekat untuk mencerminkan tekanan yang terus berlanjut. 

Sementara, indikator tren seperti ADX berada di atas level 30, yang menunjukkan bahwa arah penurunan yang tengah terjadi bukan sekadar kebetulan, tapi sebuah tren yang masih cukup kuat.

Tekanan juga terlihat jelas dari sisi moving average. Dari MA5 hingga MA200, seluruhnya memberikan sinyal jual. Artinya, harga saham BMRI kini berada jauh di bawah rerata pergerakan harga dalam berbagai jangka waktu. 

Ini memperkuat indikasi bahwa saham ini sedang berada di lintasan koreksi yang belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.

Bahkan indikator momentum seperti Williams %R dan CCI (Commodity Channel Index) sudah menyentuh area jual berlebih. Namun begitu, belum ada kepastian bahwa koreksi ini akan segera berbalik arah. 

Tanpa adanya dorongan volume atau sentimen baru yang kuat, potensi technical rebound masih sebatas harapan.

Di sisi lain, rentang pivot point pekan depan memperlihatkan level support yang cukup lebar, mulai dari Rp4.444 hingga Rp4.764. Level ini akan menjadi zona krusial yang menguji kekuatan dukungan teknikal jangka pendek. 

Jika tekanan jual masih dominan dan harga tidak mampu bertahan di atas zona tersebut, bukan tidak mungkin BMRI melanjutkan penurunannya menuju level psikologis yang lebih rendah.

Dengan kondisi teknikal seperti ini, pelaku pasar jangka pendek tampaknya akan memilih menepi sejenak, menunggu sinyal pembalikan arah yang lebih valid. 

Namun bagi investor jangka panjang yang menilai Bank Mandiri dari sisi fundamental, tekanan teknikal ini bisa menjadi ruang akumulasi yang menarik—tentu dengan catatan bahwa risiko tetap harus dikelola secara disiplin.

Pekan keempat Juli akan menjadi masa uji ketahanan bagi BMRI. Apakah tekanan jual akan mereda atau justru menguat, semuanya bergantung pada bagaimana pasar merespons dinamika global dan arah kebijakan moneter yang semakin dekat dengan jadwal pengumuman suku bunga. Untuk saat ini, kehati-hatian masih menjadi kunci.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait