KABARBURSA.COM - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menyoroti pentingnya teknologi microsatellite sebagai alat pemantauan yang efektif dan efisien dalam mewujudkan tata kelola sawit yang berkelanjutan.
Menurut Iman Yani Harahap, Direktur RPN, kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Indonesia dengan areal perkebunan yang luas, sehingga diperlukan alat pemantauan yang efektif dan efisien untuk memperoleh data luasannya. Namun, dalam praktiknya, berbagai instansi masih memiliki keragaman dalam metode pengumpulan dan hasil data.
Iman Yani menjelaskan bahwa teknologi microsatellite memiliki potensi besar karena biaya pembuatannya yang lebih terjangkau dan kemampuannya untuk memotret setiap hari dengan sensor multispektral, yang sangat berguna dalam mengatasi cakupan awan tropis yang sering menghalangi pengambilan gambar.
PT RPN telah mengembangkan berbagai teknologi canggih dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit, termasuk teknologi penginderaan jauh. Data dari citra satelit dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti menghitung jumlah pohon kelapa sawit, memantau hama dan penyakit tanaman, serta mengukur tinggi tanaman menggunakan Lidar.
Pemanfaatan teknologi microsatellite dalam monitoring perkebunan kelapa sawit sangat memungkinkan dan diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan data yang konsisten.
Ardi Praptono, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, menekankan pentingnya sumber data yang akurat dalam monitoring perkebunan kelapa sawit, terutama terkait masalah legalitas lahan.
Dalam mengatasi kendala yang ada, diperlukan koordinasi lintas institusi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kerjasama dalam pembaruan data serta pemantauan secara berkala terhadap kondisi perkebunan kelapa sawit.