PREMIUM Market Hari Ini 15 May 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Telkom Fokus Margin dan B2B, Saham TLKM Bisa ke Rp3.500?

Telkom Indonesia menekan belanja modal 2025 ke Rp27 triliun dan mengalihkan fokus ke margin dan pertumbuhan segmen B2B. Analis menaikkan target harga saham TLKM ke Rp3.500.

TLKM pangkas capex, fokus margin dan B2B. Analis naikkan target harga saham ke Rp3.500 seiring strategi efisiensi dan digitalisasi.

Gedung Telkom Indonesia. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)
Gedung Telkom Indonesia. (Foto: KabarBursa/Abbas Sandji)

Daftar Isi

  1. 01 Langkah Telkom: Rasionalisasi Produk dan Disiplin Capex
  2. 02 Transformasi Digital dan Peluang B2B Telkom
  3. 03 Dinamika Kompetisi Broadband dan Kualitas Jaringan
  4. 04 Hasil Rekomendasi: Data Ringkas dan Analis Saham TLKM

KABARBURSA.COM - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memulai tahun 2025 dengan catatan kinerja yang menunjukkan dinamika baru di industri telekomunikasi nasional. Laporan keuangan kuartal I 2025 memperlihatkan penurunan pendapatan sebesar 2,1 persen secara tahunan menjadi Rp36,7 triliun, sementara laba bersih ikut terkoreksi ke Rp5,8 triliun, turun 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Di balik penurunan ini, salah satu indikator utama yang menjadi sorotan adalah rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) yang menurun ke level Rp42.400, atau melemah 6,4 persen secara tahunan. Sementara itu, yield data, yang mencerminkan berapa rupiah yang diperoleh dari tiap gigabyte yang dikonsumsi pelanggan, tergerus hingga 21,4 persen secara tahunan menjadi Rp3.211.

Meski begitu, pertumbuhan trafik data justru mengalami peningkatan pesat, mencapai 5.778 petabyte dalam tiga bulan pertama 2025, naik 19,8 persen dari periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini mencerminkan fakta bahwa konsumsi internet terus tumbuh seiring digitalisasi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, pertumbuhan volume tersebut belum mampu dikonversi secara efektif menjadi pendapatan yang lebih besar. Situasi ini menunjukkan adanya tekanan struktural dalam monetisasi layanan data, di mana pelanggan semakin tergantung pada konektivitas, namun bersikap selektif dalam pengeluaran mereka terhadap paket layanan yang ditawarkan operator.

PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait