KABARBURSA.COM - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memulai tahun 2025 dengan catatan kinerja yang menunjukkan dinamika baru di industri telekomunikasi nasional. Laporan keuangan kuartal I 2025 memperlihatkan penurunan pendapatan sebesar 2,1 persen secara tahunan menjadi Rp36,7 triliun, sementara laba bersih ikut terkoreksi ke Rp5,8 triliun, turun 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di balik penurunan ini, salah satu indikator utama yang menjadi sorotan adalah rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) yang menurun ke level Rp42.400, atau melemah 6,4 persen secara tahunan. Sementara itu, yield data, yang mencerminkan berapa rupiah yang diperoleh dari tiap gigabyte yang dikonsumsi pelanggan, tergerus hingga 21,4 persen secara tahunan menjadi Rp3.211.
Meski begitu, pertumbuhan trafik data justru mengalami peningkatan pesat, mencapai 5.778 petabyte dalam tiga bulan pertama 2025, naik 19,8 persen dari periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini mencerminkan fakta bahwa konsumsi internet terus tumbuh seiring digitalisasi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Namun, pertumbuhan volume tersebut belum mampu dikonversi secara efektif menjadi pendapatan yang lebih besar. Situasi ini menunjukkan adanya tekanan struktural dalam monetisasi layanan data, di mana pelanggan semakin tergantung pada konektivitas, namun bersikap selektif dalam pengeluaran mereka terhadap paket layanan yang ditawarkan operator.