Market Hari Ini 14 Aug 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Telkom Siapkan Langkah Besar: Pangkas Jumlah Entitas Jadi 22 pada 2027

Saat ini Telkom mengendalikan langsung 49 anak usaha (control subsidiary)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersiap menempuh langkah strategis besar.

Proses penggabungan dan rasionalisasi entitas ini dirancang dilakukan secara bertahap.
Proses penggabungan dan rasionalisasi entitas ini dirancang dilakukan secara bertahap.

KABARBURSA.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersiap menempuh langkah strategis besar. Perusahaan pelat merah ini menargetkan penyederhanaan struktur bisnis dengan memangkas jumlah entitas anak, cucu usaha, dan afiliasi dari sekitar 60 menjadi hanya 22 perusahaan pada 2027 mendatang.

Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan konsolidasi portofolio, sebuah manuver strategis yang dirancang untuk menajamkan fokus bisnis sekaligus mengatrol efisiensi operasional secara menyeluruh.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengungkapkan bahwa saat ini perseroan mengendalikan langsung 49 anak usaha (control subsidiary), memiliki kepemilikan mayoritas di enam perusahaan, serta menggenggam saham minoritas di lima entitas lainnya.

Salah satu contoh kepemilikan minoritas tersebut adalah keterlibatan Telkom di PT Pefindo Biro, di mana saham yang dimiliki hanya sebesar 6 persen. Status tersebut menempatkan Telkom semata sebagai pemegang saham non-pengendali.

"Jumlahnya akan kami pangkas dari sekitar 60 menjadi di kisaran 20-an, mungkin di angka low twenties. Itu target kami," ujar Angelo dalam sesi diskusi bersama awak media di Jakarta, dikutip Kamis 14 Agustus 2025.

Proses penggabungan dan rasionalisasi entitas ini dirancang dilakukan secara bertahap. Namun, Telkom mempertimbangkan pelaksanaan awal dilakukan serentak untuk seluruh entitas, meski dengan penyelesaian yang berbeda-beda tergantung kompleksitas dan skala masing-masing perusahaan.

Menurut Angelo, tidak semua anak usaha akan melalui proses konsolidasi dengan kecepatan yang sama. Beberapa diproyeksikan rampung pada 2026, sementara lainnya berlanjut hingga 2027, bahkan 2028.

“Penyelesaiannya akan bervariasi. Ada yang selesai 2026, ada yang tuntas 2027, dan sebagian bisa sampai 2028. Karena ukuran dan kompleksitas tiap entitas memang tidak seragam,” pungkasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait