KABARBURSA.COM-Harga emas sempat mengalami koreksi pada awal perdagangan hari ini, Rabu (5/3), terkait spekulasi penurunan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed menjelang pernyataan Jerome Powell pada pekan ini.
Meski demikian, koreksi tersebut tidak berlangsung lama. Menurut data dari Bloomberg pada Rabu 6 Maret 2024 pukul 14.58 WIB, harga emas spot berada di level US$ 2.128,70 per ons troi, mengalami kenaikan 0,03persen dari hari sebelumnya. Pada Selasa (5/3), harga emas sempat mencapai rekor tertingginya di level US$ 2.141,59 per ons.
Analis Deu Calion Futures (DCFX), Andrew Fischer, memperkirakan bahwa harga emas akan tetap stabil dengan tren naik ke depannya. Menurutnya, konflik yang terjadi di Eropa-Rusia menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar emas saat ini.
Andrew menjelaskan bahwa konflik tersebut telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, dengan intensitas latihan perang yang dilakukan oleh NATO sebagai persiapan menghadapi Rusia. Hal ini membuat investor cenderung memilih emas sebagai aset safe haven, menghindari ketidakpastian mata uang dolar AS.
Meskipun terjadi sedikit koreksi, tren kenaikan harga emas masih dominan. Andrew menekankan perlunya kewaspadaan investor terhadap pergerakan pasar, terutama dalam menghadapi situasi geopolitik yang tidak pasti.
Dari segi teknis, Andrew menyatakan bahwa harga emas kemungkinan akan berada pada level support US$ 2.033,40 per ons troi, dengan resistance di level US$ 2.150,20 per ons. Hal ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset yang menarik bagi investor dalam menghadapi ketidakpastian global.
Secara keseluruhan, harga emas hari ini terus mendapat dukungan kuat. Faktor geopolitik dan ketidakpastian global membuat emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan dan stabilitas dalam kondisi pasar yang fluktuatif.