Market Hari Ini 05 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Tiga Bulan Laba MDIY Rp305 Miliar, Sahamnya Bergerak di Area 770-890

Kinerja kuartal pertama tumbuh, namun pergerakan harga dan aliran asing masih bergerak fluktuatif sejak awal tahun.

MDIY catat laba Rp305 miliar di Q1 2026. Saham sempat turun ke 770 lalu naik ke 890, di tengah aliran asing yang berubah.

MDIY berhasil membukukan laba bersih naik menjadi Rp225,2 miliar. Namun pergerakan sahamnya masih berada di fentang fluktuasi yang cukup lebar, (foto: dok MDIY)
MDIY berhasil membukukan laba bersih naik menjadi Rp225,2 miliar. Namun pergerakan sahamnya masih berada di fentang fluktuasi yang cukup lebar, (foto: dok MDIY)

Daftar Isi

  1. 01 Laba Bersih Naik Signifikan
  2. 02 Valuasi Premium, PER 73,31x

KABARBURSA.COM – Selama tiga bulan pertama 2026, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengumpulkan laba sebesar Rp305 miliar. Namun, pergerakan sahamnya bergerak dengan fluktuasi yang cukup lebar.

Sejak Januari 2026, pergerakan saham MDIY membentuk pola naik-turun yang cukup tajam. Dari level Rp830 di awal tahun, saham ini sempat melemah ke Rp770 pada Maret, sebelum kembali naik ke Rp870 di April dan berlanjut ke Rp890 di Mei.

Perubahan harga ini berjalan beriringan dengan dinamika aliran dana asing. Pada Maret dan April, net buy asing masing-masing tercatat sebesar Rp18,98 miliar dan Rp7,59 miliar. Hingga awal Mei, asing masih gencar masuk dengan net buy mencapai Rp36,36 miliar.

Namun, tidak semua periode diwarnai akumulasi. Pada Februari, asing justru mencatatkan net sell tipis sekitar Rp94,84 juta. Hal yang sama terjadai pada Januari, di mana tekanan jual mencapai Rp2,89 miliar. 

Laba Bersih Naik Signifikan

Di sisi fundamental, MDIY membuka tahun dengan pertumbuhan kinerja. Laba bersih kuartal I 2026 tercatat Rp305,9 miliar, naik dari Rp225,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan mencapai Rp2,36 triliun, dengan laba kotor Rp1,21 triliun. Dari angka tersebut, laba usaha tercatat Rp457 miliar dan EBITDA sebesar Rp728,1 miliar.

Struktur margin menunjukkan posisi yang relatif stabil. Dengan net margin sekitar 12,9 persen dan EBITDA margin mendekati 30 persen, kinerja operasional masih mencerminkan efisiensi yang terjaga.

Namun, beban keuangan tetap menjadi komponen yang perlu dicermati. Beban bunga tercatat Rp45,2 miliar, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 16,11 kali.

Dari sisi neraca, MDIY mencatat total aset Rp7,70 triliun dengan ekuitas Rp4,52 triliun. Struktur utang berada pada level debt to equity ratio 0,70 kali, mencerminkan penggunaan leverage yang moderat.

Valuasi Premium, PER 73,31x

Di pasar, valuasi saham berada pada level PER 73,31 kali dan PBV 4,96 kali. Angka ini menempatkan MDIY pada kategori valuasi premium dibanding sebagian emiten ritel lainnya.

Pergerakan harga yang sempat terkoreksi pada Maret terjadi bersamaan dengan lonjakan transaksi dan nilai perdagangan. Nilai transaksi pada periode tersebut mencapai Rp39,96 miliar dengan volume 486,87 ribu lot.

Setelah fase tersebut, harga mulai bergerak naik kembali, diikuti dengan penurunan volume transaksi. Pada Mei, volume tercatat hanya 2,87 ribu lot dengan frekuensi 198 kali, jauh lebih rendah dibanding periode sebelumnya.

Kondisi ini mencerminkan perubahan intensitas transaksi di pasar. Kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir tidak sepenuhnya diikuti oleh lonjakan aktivitas perdagangan.

Di tengah pergerakan tersebut, kombinasi antara pertumbuhan laba dan fluktuasi aliran dana asing menjadi faktor utama yang membentuk dinamika saham MDIY sejak awal tahun.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait