Market Hari Ini 19 Nov 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Tiga Indeks Ditutup Lesu, Wall Street Merosot Tajam

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir di zona negatif. Hal ini bertolak belakang karena minyak mentah, bitcoin, dan emas menguat.

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir di zona negatif. Hal ini bertolak belakang karena minyak mentah, bitcoin, dan emas menguat.

Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM - Saham-saham Wall Street ditutup merosot tajam pada perdagangan Selasa, 18 November 2025. Koreksi ini karena  aksi jual yang sebagian dipicu oleh menjelang laporan kinerja Nvidia. 
 

Ketiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) berakhir di zona negatif. Hal ini bertolak belakang karena minyak mentah, bitcoin, dan emas menguat.

Melansir Reuters, rata-rata Industri Dow Jones (.DJI) menyusut 498,56 poin atau 1,07 persen ke level 46.091,68. Sementara itu S&P 500 (.SPX) juga turun 55,08 poin atau 0,83 persen menjadi 6.617,33.

Sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) turut mengalami koreksi sebesar 275,23 poin, atau 1,21 persen menjadi 22.432,85.

Kinerja kuartalan dari Nvidia yang rencananya dilaksanakan pada Rabu waktu setempat, menjadi sorotan untuk mengetahui lebih jauh apakah Nvidia telah memberikan kekuatan mayoritas reli pasar saham, atau kegembiraan seputar teknologi tersebut telah menciptakan gelembung.

Sentimen lainnya yang mempengaruhi penurunan Indeks adalah mengenai Home Depot (HD.N), yang memprediksi penurunan laba tahunan lebih tajam dari perkiraan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran mengenai pasar perumahan dan kesehatan konsumen di Negeri Paman Sam.

"Investor merasakan bahwa tren pasar telah bergeser. Mereka tidak perlu terlalu optimistis terhadap teknologi jika Nvidia tidak berhasil." kata Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.

"Kita sudah mendekati akhir tahun yang cukup baik, terutama jika Anda seorang investor teknologi, dan sekarang Anda mulai melihat sedikit kemunduran. (Investor) ingin memastikan bahwa mereka melindungi keuntungan mereka." tambah Carlson.

Adapun perlu diketahui, indikator ekonomi resmi yang tidak tersedia selama penutupan pemerintahan AS sedang dirilis, dengan laporan Departemen Perdagangan bulan Agustus tentang pesanan baru untuk barang-barang buatan pabrik AS naik 1,4 persen seperti yang diharapkan. (*) 


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait