Market Hari Ini 06 Jul 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Titip Dana Jauh Lebih Cuan Lewat Instrumen ini

Titip Dana Jauh Lebih Cuan Lewat Instrumen ini
Titip Dana Jauh Lebih Cuan Lewat Instrumen ini

KABARBURSA.COM - Heboh seorang influencer yang gagal mengelola dana titipan investor sebesar Rp71 miliar membawa banyak analis memberikan solusi. Titip dana jauh lebih aman dan mendapatkan keuntungan atau cuan lebih besar lewat beberapa instrumen, salah satunya adalah reksa dana.

Reksa dana adalah wadah yang digunakan oleh manajer investasi untuk mengumpulkan dana para nasabah, untuk nantinya akan diinvestasikan ke sejumlah aset, baik itu saham, instrumen utang, maupun pasar uang. Di sini, tugas dari manajer investasi adalah mengelola portofolio nasabag dan semua diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Peraturan OJK (POJK) Noor 10/POJK.04/2018 tentang Penerapan Tata Kelola Manajer Investasi.

Jadi, pada dasarnya saat seseorang berinvestasi melalui reksa dana, maka ia akan menyetorkan sejumlah dana ke perusahaan Manajer Investasi dan nantinya reksa danalah yang akan berkerja sesuai dengan aturan yang ada. Salah satu yang bekerja di bagian saham tersebut adalah reksa dana saham, yang memang didesain untuk menciptakan portofolio investasi yang sanggup mengalahkan pasar.

Di sini, ada 10 reksa dana sahan yang memiliki dana kelolaan di atas Rp10 miliar. Salah satu dari 10 reksa dana saham itu memiliki kinerja yang cukup fantastis, yaitu mencaapai 26 persen secara year to date (ytd).

Apa saja 10 reksa dana saham itu?

HPAM Syariah Ekuitas

HPAM Syariah Ekuitas bertujuan untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi dengan waktu panjang melalui penempatan pada efek syariah dengan mayoritas pada efek bersifat ekuitas yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah. HPAM Syariah Ekuitas ini memiliki kebijakan investasi sebagai berikut:

  • minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada Efek bersifat ekuitas yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah.
  • minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada Surat Berharga Syariah Negara dan/atau Sukuk yang mempunyai jatuh tempo lebih dari satu tahun atau sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun dan/atau instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau deposito syariah.

HPAM Ekuitas Syariah Berkah

Tujuan investasi HPAM EKUITAS SYARIAH BERKAH adalah untuk melakukan investasi ke dalam Efek berbasis Syariah yang tersedia di Pasar Modal dan pasar uang untuk mendapatkan imbal hasil yang atraktif dalam jangka panjang. Kebijakan investasiya sebagai berikut:

  • Minimum 80 persen dan maksimum 100 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek bersifat Ekuitas berbasis Syariah yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri.
  • Minimum 0 persen dan maksimum 20 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek Bersifat Utang berbasis Syariah yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri dan/atau instrumen pasar uang berbasis Syariah dan/atau deposito berbasis Syariah.

HPAM Smart Beta Ekuitas

Bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang agresif dan optimal dalam jangka panjang dengan melakukan investasi ke dalam instrumen investasi secara aktif pada Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek serta dapat berinvestasi pada Efek Bersifat Utang dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau deposito.

Syailendra Alpha Focus Equity Fund Kelas A

Syailendra Alpha Focus Equity Fund Kelas A dilucurkan pada 28 Agustus 2023 dengan bank kustodian Deutsche Bank AG, dengan dana kelola mencapai Rp16,038 miliar.

Simas Danamas Saham

Bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang optimal dalam jangka panjang dengan tingkat fleksibilitas investasi yang cukup tinggi serta mengurangi risiko dengan berbagai jenis investasi portofolio efek yang terdiri dari Efek bersifat Ekuitas, Efek bersifat Utang serta Instrumen Pasar Uang sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Avrist Equity - Cross Sectoral

Bertujuan untuk memberikan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang, dengan titik berat investasi pada efek bersifat ekuitas yang ditawarkan melalui penawaran umum dan atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

HPAM Ultima Ekuitas 1

Bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang agresif dan optimal dalam jangka panjang dengan melakukan investasi ke dalam instrumen investasi secara aktif pada saham-saham yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau dicatatkan di Bursa Efek dan/atau Efek bersifat utang dan/atau instrumen Pasar Uang dan/atau Kas dan setara Kas.

Sucorinvest Sustainability Equity Fund

Bertujuan untuk memberikan potensi hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang bagi Pemegang Unit Penyertaan dengan berinvestasi mayoritas pada Efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs), serta dapat memberikan kesempatan bagi Pemegang Unit Penyertaan untuk berkontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.

Simas Syariah Unggulan

Reksadana ini memiliki alokasi aset terbesar pada lima saham. Di antaranya saham MASA, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), saham PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS), saham PT Integra IndocabinetTbk (WOOD), dan saham M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Panin Dana Ultima

Panin Dana Ultima bertujuan untuk mendapatkan peningkatan investasi yang optimal di Pasar Modal Indonesia dengan melakukan investasi pada Efek bersifat ekuitas yang berpotensi memiliki pertumbuhan di atas rata-rata.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait