Market Hari Ini 13 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

TLKM lagi Breakout Kuat, Akumulasi Asing Dorong Target 3.410?

Saham Telkom Indonesia (TLKM) melonjak 12 persen dalam dua hari, didorong breakout teknikal dan akumulasi asing dengan target resistensi 3.410.

Saham TLKM naik 12 persen, breakout teknikal, akumulasi asing, target resistensi 3.410 menjadi fokus trader dan investor.

Harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat lonjakan signifikan sebesar 12 persen dalam dua hari perdagangan terakhir. (Foto: Dok. Telkom)
Harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat lonjakan signifikan sebesar 12 persen dalam dua hari perdagangan terakhir. (Foto: Dok. Telkom)

Daftar Isi

  1. 01 Akumulasi Asing Dorong Harga?
  2. 02 Potensi Koreksi Jangka Pendek

KABARBURSA.COM – Harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat lonjakan signifikan sebesar 12 persen dalam dua hari perdagangan terakhir. Pada sesi perdagangan Rabu, 13 Agustus 2025, saham emiten telekomunikasi pelat merah ini sempat menyentuh level intraday tertinggi di 3.420 sebelum terkoreksi ringan dan stabil di kisaran 3.360.

Lonjakan harga ini memicu perhatian pelaku pasar, terutama karena terjadi di tengah volume transaksi yang besar dan akumulasi oleh sejumlah broker asing. Aksi beli masif yang dilakukan institusi menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya breakout harga dari level resistensi jangka menengah.

Berdasarkan data pergerakan harga, TLKM menembus kisaran konsolidasi 3.030–3.100 pada Selasa, 12 Agustus 2025. Setelah breakout, harga langsung melaju ke 3.420 sebelum mengendur ke 3.360, atau naik 5,66 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.

Pola pergerakan ini oleh trader teknikal disebut sebagai Break of Structure (BoS), yang menandakan pergeseran tren harga ke fase bullish baru. Dalam analisis teknikal, level 3.410 kini menjadi target jangka pendek yang berperan sebagai resistensi kunci.

Namun, sejumlah analis pasar juga mengingatkan keberadaan Fair Value Gap (FVG) di area 3.210–3.260. FVG merupakan zona harga yang terbentuk akibat lonjakan cepat tanpa aktivitas transaksi signifikan di area tersebut. Dalam banyak kasus, zona ini berpotensi menjadi area retest bila harga terkoreksi.

Akumulasi Asing Dorong Harga?

Data broker summary untuk perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025 menunjukkan adanya akumulasi besar oleh institusi asing. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) tercatat memborong saham TLKM senilai Rp123,9 miliar atau sekitar 396 ribu lot. Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) berada di posisi kedua dengan pembelian Rp91,2 miliar.

Sebaliknya, top seller pada hari yang sama adalah broker YU dan YP, masing-masing mencatat penjualan di atas Rp60 miliar. Aksi beli oleh investor institusi asing ini oleh sebagian pelaku pasar dikaitkan dengan skenario “akumulasi terstruktur” atau yang populer di komunitas bandarmologi sebagai sinyal positif.

Menurut pengamatan pelaku pasar, masuknya dana besar dari institusi tidak hanya berimplikasi pada kenaikan harga jangka pendek, tetapi juga mencerminkan keyakinan terhadap prospek fundamental emiten.

Selain faktor teknikal, sejumlah sentimen fundamental ikut menopang pergerakan harga TLKM. Pertama, manajemen Telkom sedang menjalankan strategi efisiensi belanja modal (capex) yang berpotensi meningkatkan porsi laba bersih yang dibagikan sebagai dividen.

Kedua, rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user atau ARPU) layanan seluler menunjukkan tanda stabilisasi setelah periode penurunan akibat persaingan tarif yang ketat. Penyederhanaan portofolio produk dinilai membantu menjaga margin keuntungan di segmen ini.

Ketiga, rencana spin-off entitas FiberCo menjadi salah satu katalis utama. Spin-off ini bertujuan memisahkan bisnis infrastruktur serat optik dari unit layanan ritel, sehingga membuka peluang efisiensi operasional dan optimalisasi nilai aset.

Potensi Koreksi Jangka Pendek

Meskipun tren kenaikan harga terlihat kuat, potensi koreksi tetap menjadi perhatian. Reli cepat sering kali diikuti dengan aksi ambil untung oleh trader jangka pendek. “Ketika harga bergerak jauh meninggalkan rata-rata pergerakan (moving average), risiko pullback semakin besar,” jelas analis teknikal tersebut.

Level FVG di 3.210–3.260 dinilai sebagai zona penting yang dapat menjadi area pantauan untuk potensi buy on weakness. Sementara itu, support kuat berada di kisaran 3.100, yang sebelumnya menjadi resistensi selama fase konsolidasi.

Investor yang memegang TLKM untuk jangka menengah–panjang disarankan fokus pada prospek fundamental dan perkembangan proyek strategis perusahaan. Namun bagi trader harian, pengelolaan risiko menjadi kunci mengingat volatilitas harga yang meningkat.

Kombinasi antara sinyal teknikal yang kuat, dukungan akumulasi institusi, dan sentimen fundamental positif membuat saham TLKM kembali masuk radar investor. Namun, arah pergerakan dalam jangka pendek kemungkinan akan ditentukan oleh kemampuan harga menembus dan bertahan di atas 3.410.

Jika level tersebut tertembus dengan volume tinggi, peluang melanjutkan tren naik ke target berikutnya terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus resistensi berpotensi memicu koreksi ke area FVG atau bahkan kembali ke support awal di 3.100. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait