Market Hari Ini 02 Feb 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

TOWR Berencana Buyback Saham Sebesar Rp300 Miliar

Manajemen TOWR berkeyakinan bahwa pelaksanaan rencana buyback saham tidak memberikan dampak yang material terhadap pendapatan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengumumkan akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham pada periode 2 Februari – 1 Mei 2026.

Ilustrasi menara (Foto: Dok. Sarana Menara Nusantara)
Ilustrasi menara (Foto: Dok. Sarana Menara Nusantara)

Daftar Isi

  1. 01 Komisaris dan Direksi TOWR Kompak Jual Saham

KABARBURSA.COM - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengumumkan akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham pada periode 2 Februari – 1 Mei 2026.

Manajemen TOWR dalam keterbukaan informasi, Senin, 2 Februari 2026 menyampaikan jika biaya buyback saham (tidak termasuk biaya transaksi, komisi perantara serta biaya-biaya lain yang berkenaan dengan pembelian kembali saham) adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp300 miliar.

"Untuk pembelian kembali saham, perkiraan jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh Perseroan adalah sekitar 0,97 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan atau setara dengan sekitar 576 juta lembar saham," tulis manajemen.

Manajemen TOWR berkeyakinan bahwa pelaksanaan rencana buyback saham tidak memberikan dampak yang material terhadap pendapatan, kegiatan usaha, dan kinerja keuangan Perseroan.

Disebutkan, buyback saham TOWR ini akan menggunakan dana internal Perseroan dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan, kebutuhan modal kerja dan sumber pendanaan yang cukup.

"Pembelian kembali saham ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham di masa yang akan datang dan memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien," tulis manajemen TOWR.

Manajemen TOWR menyebut, proforma Laba Per Saham (Earnings per share – (EPS) Perseroan setelah buyback saham bakal meningkat dikarenakan berkurangnya jumlah saham yang beredar.

"Pembelian kembali saham akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan terhitung setelah keterbukaan informasi ini disampaikan kepada OJK dan BEI, yakni dimulai sejak 2 Februari 2026 sampai dengan 1 Mei 2026, dengan tunduk pada penghentian pelaksanaan lebih awal oleh Perseroan," tulis manajemen.

Komisaris dan Direksi TOWR Kompak Jual Saham

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah anggota komisaris dan direksi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tercatat melakykan transaksi saham dalam periode akhir Januari 2026.

Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Komisaris Utama TOWR, Kenny Harjo tertanggal 28 Januari 2026, melaporkan penurunan kepemilikan saham dari sebelumnya 8,54 juta saham menjadi 1,59 juta saham.

Transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme penjualan tidak langsung sebanyak 6,9 juta saham pada harga Rp546 dengan tujuan divestasi. Setelah transaksi, porsi hak suara Kenny turun dari 0,0144 persen menjadi 0,0026 persen.

Pada hari yang sama, Komisaris TOWR lainnya Ario Wibisono juga melaporkan pengurangan kepemilikan saham TOWR. Jumlah saham yang dimiliki turun dari 250,19 juta saham menjadi 243,24 juta saham.

Pada hari tersebut, Ario menjual 6,9 juta saham di harga Rp546 per saham, dengan tujuan divestasi. Porsi hak suara ia mengalami penyesuaian dari 0,4233 persen menjadi 0,4115 persen

Dari jajaran direksi, Direktur TOWR, Eko Santoso Hadiprodjo melaporkan penurunan kepemilikan saham yang cukup signifikan. Kepemilikan sahamnya berkurang dari 39,6 juta saham menjadi 10,63 juta saham setelah transaksi penjualan tidak langsung sebanyak 28,97 juta saham pada 28 Januari 2026.

Harga transaksi juga tercatat di level Rp546 per saham. Setelah transaksi, hak suara Eko turun dari 0,067 persen menjadi 0,018 persen

Pola serupa juga terlihat pada Direktur TOWR lainnya yakni Anita Anwar. Kepemilikan sahamnya menyusut dari 27,51 juta saham menjadi 5,12 juta saham, setelah penjualan tidak langsung sebanyak 22,38 juta saham pada harga yang sama, Rp546 per saham. Hak suara yang dimiliki Anita Anwar turun dari 0,046 persen menjadi 0,008 persen

Tak sampai di situ, Direktur TOWR, Indra Gunawan juga melaporkan penurunan kepemilikan saham dari 36,77 juta saham menjadi 7,80 juta saham. Transaksi penjualan tidak langsung sebanyak 28,97 juta saham dilakukan pada 28 Januari 2026 dengan harga Rp546 per saham, sehingga porsi hak suara turun dari 0,062 persen menjadi 0,013 persen. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait