Market Hari Ini 21 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

TOWR Melesat Hampir 14 Persen, Sinyal Arah Baru?

Saham TOWR melonjak hampir 14% usai breakout teknikal, sementara fundamental keuangan tetap solid dengan pendapatan Rp3,2 triliun dan laba bersih Rp805 miliar di Q1 2025.

TOWR breakout teknikal dan cetak laba Rp805 miliar di Q1 2025. Momentum penguatan saham disokong performa keuangan yang stabil dan prospek jaringan 5G.

Salah satu menara milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Dok Perusahaan)
Salah satu menara milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). (Foto: Dok Perusahaan)

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Stabil, Konsisten, dan Tetap Bertaji

KABARBURSA.COM - Saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melonjak tajam pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025. Dalam satu hari, harga sahamnya meroket 13,91 persen dan ditutup di level Rp655. 

Kenaikan ini bukan hanya besar dari sisi persentase, tetapi juga didukung lonjakan volume perdagangan, yang mengindikasikan masuknya aksi beli dalam skala besar.

Secara teknikal, Rita Efendy, analis dan juga founder IIE, melihat pergerakan TOWR mencetak breakout penting. Harga sukses menembus dua garis rata-rata pergerakan (moving average) sekaligus, yakni MA50 dan MA100. 

Ini menjadi sinyal teknikal kuat bahwa tekanan jual sebelumnya mulai tertekan balik oleh kekuatan beli. Dan saat ini, harga tengah mendekati garis MA200, yang berperan sebagai resistance utama dan akan menjadi titik penentu arah pergerakan berikutnya.

Jika dalam beberapa hari ke depan harga mampu menembus dan bertahan di atas Rp665, peluang bagi saham TOWR untuk melanjutkan tren penguatan terbuka lebar. 

Target terdekat berada di kisaran Rp690 hingga Rp710. Di sisi lain, area Rp625–Rp635 kini menjadi zona pantauan penting bagi investor yang mengincar aksi beli saat harga melemah (buy on weakness). 

Zona ini juga berfungsi sebagai support baru sekaligus titik pertahanan harga agar tren naik tetap terjaga.

Dari sisi indikator, Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan sinyal positif. Garis MACD dan sinyalnya kian melebar, didukung oleh kenaikan histogram yang mencerminkan momentum penguatan masih berlangsung.

Meski begitu, risiko koreksi tetap perlu diantisipasi. Jika harga bergerak turun dan menembus Rp615, terutama jika disertai tekanan jual besar, maka ada kemungkinan tren naik kehilangan tenaga. Investor disarankan menetapkan batas risiko yang sesuai dengan profil investasinya.

Lonjakan harga TOWR ini menarik untuk dicermati lebih lanjut. Apakah ini menjadi awal dari penguatan berkelanjutan? Atau hanya relief rally di tengah tekanan jangka menengah? 

Satu hal yang pasti, saham ini tengah berada dalam fase teknikal yang krusial, dan pelaku pasar tampaknya mulai meliriknya kembali.

Kinerja Stabil, Konsisten, dan Tetap Bertaji 

Sementara itu, dari sisi pendapatan, TOWR mencatatkan pemasukan sebesar Rp3,2 triliun. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai Rp3,29 triliun. 

Namun secara umum, tren pendapatan masih terjaga di kisaran yang tinggi, yang mengindikasikan bahwa permintaan terhadap layanan menara dan infrastruktur jaringan tetap kuat, terutama seiring berkembangnya jaringan data dan ekspansi 5G.

Laba bersih juga masih berada di level yang sehat, yakni Rp805 miliar. Meski lebih rendah dari kuartal akhir 2024, penurunan ini tergolong wajar dalam siklus tahunan. Lebih penting lagi, margin keuntungan TOWR tetap terjaga. 

Dalam dunia bisnis berbasis aset seperti menara telekomunikasi, kestabilan laba menunjukkan bahwa mesin operasional perusahaan bekerja dengan efisien dan terkendali.

Earnings per share (EPS) TOWR pada kuartal ini tercatat Rp15,74, hanya turun tipis dibandingkan kuartal sebelumnya. Ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham, bahwa kontribusi terhadap nilai investasi mereka masih tetap berjalan meskipun di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Dari sisi rasio keuangan, Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing berada di level 1,01 persen dan 4,11 persen. Angka-angka ini menandakan bahwa TOWR cukup cermat dalam mengelola aset dan modal yang dimiliki. 

Tak ada gejolak besar, dan itu justru menjadi keunggulan, terutama bagi investor institusional yang mengedepankan kestabilan arus kas.

Sementara itu, kinerja EBITDA, indikator yang mencerminkan kekuatan laba usaha, masih sangat solid. Di kuartal sebelumnya (Q4 2024), EBITDA TOWR tercatat sebesar Rp2,8 triliun, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari operasional yang sangat sehat.

TOWR memang bukan saham dengan cerita pertumbuhan eksplosif. Tapi perusahaan ini membuktikan bahwa dalam dunia investasi, konsistensi dan fundamental yang kuat sering kali jauh lebih penting. 

Dengan model bisnis berbasis kontrak jangka panjang dan kebutuhan infrastruktur digital yang terus tumbuh, TOWR tetap menjadi salah satu aset defensif yang menarik di sektor telekomunikasi.

Ke depan, selama perusahaan mampu menjaga efisiensi dan tetap adaptif terhadap kebutuhan pasar, terutama di tengah transformasi digital yang makin massif, TOWR tampaknya akan terus menjadi pemain yang tak tergantikan dalam ekosistem jaringan Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait