Market Hari Ini 25 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

TPIA dan WINS Masuk Cum Date, ini Besarannya

TPIA dan WINS resmi memasuki cum date dividen pada 25 Mei 2026 di tengah perubahan pola transaksi pasar. Sejumlah saham lain juga bergerak ke fase cum date dan ex date dengan nilai dividen bervariasi.

TPIA dan WINS resmi masuk cum date dividen pada 25 Mei 2026. Pasar juga mencermati saham lain yang memasuki fase cum date dan ex date.

Selain TPIA dan WINS, sejumlah saham juga masuk fase cum date hari ini, yaitu WTON, GGRP, HYGN, dan NTBK. (Foto: KabarBursa)
Selain TPIA dan WINS, sejumlah saham juga masuk fase cum date hari ini, yaitu WTON, GGRP, HYGN, dan NTBK. (Foto: KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 WINS Masuk Cum Date saat Sektor Offshore Bergerak Fluktuatif
  2. 02 Musim Dividen Hidupkan Aktivitas Bursa
  3. 03 Saham Ex Date Hadapi Penyesuaian Harga

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode padat pembagian dividen pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Dua saham yang paling banyak menjadi perhatian pelaku pasar ialah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS). Kedua emiten ini memasuki cum date dividen tunai.

TPIA membagikan dividen sebesar Rp6,07 per saham. Sementara WINS menetapkan dividen Rp2 per saham untuk investor yang tercatat memegang saham hingga akhir perdagangan hari ini.

TPIA menjadi salah satu saham yang paling ramai diperhatikan sejak awal 2026. Saham grup Prajogo Pangestu tersebut bergerak sangat sensitif mengikuti arah transaksi dana besar, perubahan sentimen sektor petrokimia, hingga rotasi saham kapitalisasi jumbo di Bursa Efek Indonesia.

Pelaku pasar bukan hanya menghitung besaran dividen Rp6,07 per saham, tetapi juga mulai membaca apakah kekuatan harga masih mampu bertahan setelah hak dividen selesai diperoleh investor.

Data historis menunjukkan, TPIA cukup konsisten membagikan dividen dalam beberapa tahun terakhir. Pada November 2025, perusahaan membagikan Rp3,84 per saham. Distribusi sebelumnya tercatat Rp5,69 per saham pada Juni 2025, Rp5,58 per saham pada Mei 2024, dan Rp5,14 per saham pada Mei 2023.

Nominal dividen tahun ini menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Fakta tersebut memberi sinyal bahwa perusahaan masih menjaga kemampuan distribusi kas kepada pemegang saham di tengah fluktuasi industri petrokimia global.

Pasar sejauh ini masih mencermati apakah TPIA mampu menjaga area harga psikologis setelah cum date selesai. Pergerakan dana asing, struktur bid offer, dan kekuatan broker besar menjadi faktor yang kemungkinan akan menentukan arah jangka pendek saham tersebut.

Beberapa trader membaca fase ini sebagai titik pengujian kekuatan bandar dalam menjaga harga setelah distribusi dividen selesai.

Jika tekanan jual muncul terlalu besar saat ex date, pasar biasanya menganggap terdapat aksi distribusi oleh pelaku besar. Sebaliknya, jika harga mampu bertahan stabil, kondisi tersebut sering dibaca sebagai sinyal bahwa akumulasi belum selesai.

WINS Masuk Cum Date saat Sektor Offshore Bergerak Fluktuatif

WINS juga masuk dalam radar perdagangan hari ini setelah resmi memasuki cum date dividen Rp2 per saham. Emiten jasa kapal offshore tersebut bergerak di tengah perubahan sentimen sektor energi global yang masih cukup sensitif terhadap arah harga minyak dunia.

Perusahaan menetapkan ex date pada 26 Mei 2026. Recording date dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei 2026 dan pembayaran dividen dilakukan pada 18 Juni 2026.

Nominal dividen WINS memang relatif lebih kecil dibanding distribusi sebelumnya pada November 2025 yang mencapai Rp5 per saham. Perusahaan juga pernah membagikan Rp8 per saham pada November 2024.

Meski begitu, konsistensi pembagian dividen tetap menjadi perhatian investor. Di sektor offshore dan energi, kemampuan menjaga arus kas biasanya menjadi indikator penting karena industri tersebut sangat dipengaruhi siklus harga komoditas dan aktivitas eksplorasi migas.

Sebagian investor ritel biasanya memanfaatkan momentum seperti ini untuk strategi jangka pendek berbasis yield dividen. Strategi tersebut cukup populer terutama di tengah kondisi pasar yang masih bergerak fluktuatif dan belum sepenuhnya stabil.

Musim Dividen Hidupkan Aktivitas Bursa

Perdagangan hari ini tidak hanya diwarnai TPIA dan WINS. Sejumlah saham lain juga memasuki jadwal cum date dividen tunai dengan nominal yang bervariasi.

  • PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) membagikan dividen Rp0,05 per saham. 
  • PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menetapkan dividen Rp0,46 per saham.
  • PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) membagikan Rp28 per saham. 
  • PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) membagikan dividen Rp3 per saham.

Fase pembagian dividen seperti ini biasanya membuat aktivitas perdagangan di Bursa meningkat. Investor mulai memilah saham berdasarkan potensi yield, likuiditas perdagangan, hingga peluang capital gain setelah distribusi dividen selesai.

Saham Ex Date Hadapi Penyesuaian Harga

Pada perdagangan yang sama, sejumlah saham juga mulai memasuki fase ex date dividen. Emiten tersebut meliputi:

  • PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) dengan dividen Rp79 per saham.
  • PT Medela Potentia Tbk (MDLA) memasuki ex date dengan dividen Rp12,6 per saham. 
  • PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) membagikan Rp351 per saham.
  • PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) memasuki ex date Rp0,33 per saham. 
  • PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) menjalani ex date dividen Rp285 per saham.

Fase ex date sering menjadi periode yang cukup menantang bagi investor jangka pendek. Harga saham secara teori akan terkoreksi sebesar nilai dividen sehingga peluang profit cepat menjadi lebih terbatas dibanding saat cum date.

CITA dan TGKA menjadi dua saham yang cukup menarik perhatian karena nilai dividen yang relatif besar. Investor biasanya menghitung yield dividen kedua saham tersebut terhadap harga pasar untuk mengukur daya tarik distribusi tunai yang diberikan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait