Market Hari Ini 14 Jan 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Transaksi Kripto di Pasar Rupiah Tembus Rp201 Triliun pada 2025

Investor lokal terus memanfaatkan aset kripto sebagai bagian dari strategi alokasi dan pengelolaan dana

Aktivitas perdagangan kripto di Indodax mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Nilai transaksi aset digital di pasar rupiah mencapai sekitar Rp201,2 tril

Ilustrasi Kripto. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Kripto. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Aktivitas perdagangan kripto di Indodax mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Nilai transaksi aset digital di pasar rupiah mencapai sekitar Rp201,2 triliun, melesat 51,65 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp132,6 triliun.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan minat investor domestik yang tetap terjaga sepanjang 2025. Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, partisipasi pelaku dalam negeri dinilai masih solid.

Menurut Antony, peningkatan volume transaksi di pasar rupiah—terutama di platform Indodax—menunjukkan bahwa investor lokal terus memanfaatkan aset kripto sebagai bagian dari strategi alokasi dan pengelolaan dana. Volatilitas tidak sepenuhnya memudarkan daya tarik. Sebaliknya, kripto masih dipandang sebagai alternatif instrumen investasi yang relevan.

Dari sisi komposisi aset, USDT, Bitcoin, dan Ethereum tetap menjadi tulang punggung transaksi di pasar rupiah sepanjang tahun lalu. USDT berkontribusi sekitar 22 persen dari total volume, diikuti Bitcoin sebesar 13 persen dan Ethereum sekitar 7 persen.

Dominasi ketiga aset tersebut, kata Antony, merefleksikan preferensi investor terhadap kripto dengan tingkat likuiditas tinggi yang kerap dijadikan barometer pergerakan pasar.

Sepanjang 2025, Indodax juga mempertahankan posisinya sebagai bursa kripto terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar melampaui 40 persen. Capaian ini menegaskan peran Indodax sebagai simpul utama perdagangan aset digital nasional.

Di sisi lain, Antony menekankan pentingnya penguatan kerangka regulasi dalam menjaga kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto dalam negeri. Regulasi yang semakin jelas dan terstruktur dinilai memberikan kepastian hukum, memperkuat perlindungan konsumen, sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan industri yang berkelanjungan.

Sepanjang tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan sejumlah kebijakan untuk memperkokoh tata kelola dan manajemen risiko di sektor aset keuangan digital. Di antaranya Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2025 tentang penerapan tata kelola dan manajemen risiko bagi penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan, serta Surat Edaran OJK Nomor 34/SEOJK.07/2025 mengenai rencana bisnis penyelenggara perdagangan aset keuangan digital.

Tak hanya itu, OJK juga merilis daftar whitelist bagi pedagang aset keuangan digital yang telah mengantongi izin dan terdaftar secara resmi. Indodax termasuk di dalamnya, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kripto yang lebih aman, transparan, dan terpercaya bagi investor Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait