Market Hari Ini 21 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Tren AUM Turun, Pasar Reksadana Masih Punya Daya Tarik

Tren AUM Turun, Pasar Reksadana Masih Punya Daya Tarik
Tren AUM Turun, Pasar Reksadana Masih Punya Daya Tarik

KABARBURSA.COM - Tren penurunan Dana Kelolaan (AUM) industri reksadana sejak tahun 2021 tidak mencerminkan ketidakmenarikannya pasar reksadana.

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total AUM industri mencapai Rp 826,70 triliun pada tahun 2021. Namun, pada 2022, nilai AUM turun 3,56persen YoY menjadi Rp 797,31 triliun, dan pada 2023 terkoreksi lagi 0,44persen YoY menjadi Rp 793,78 triliun.

Hingga Februari tahun ini, KSEI mencatat AUM industri reksadana turun 0,65persen YtD menjadi Rp 788,64 triliun. Secara bulanan (MoM), turun 0,23persen dari Rp 791,93 triliun.

CEO PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment, Guntur Putra, menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan AUM sejak 2021 meliputi situasi ekonomi global yang tidak pasti, dampak pandemi Covid-19, dan fluktuasi pasar yang signifikan.

Selain itu, revisi regulasi dan pembatasan investasi produk asuransi unit link di reksadana dan ETF oleh OJK juga berdampak pada penurunan AUM, menyebabkan banyaknya redemption dari AUM reksadana yang sebelumnya merupakan investasi dari produk asuransi unit link.

Meski penurunan AUM di awal tahun ini terbilang wajar, Guntur menilai bahwa investor masih berhati-hati karena ketidakpastian pasar global, perubahan geo-politik, volatilitas pasar, dan kebijakan moneter.

Namun, pergerakan AUM di Pinnacle cukup positif dengan peningkatan lebih dari 2persen menjadi Rp 2,2 triliun di awal tahun ini, menunjukkan minat yang masih baik terhadap produk reksadana.

Tren penurunan AUM tidak mengurangi optimisme perusahaan dalam mencapai target pertumbuhan AUM di 2024. Pinnacle menargetkan pertumbuhan AUM di atas 20persen mencapai di atas Rp 3 triliun dengan merilis 2-3 produk reksadana baru dan memperkuat jaringan distribusi penjualan reksadana melalui kerja sama dengan APERD. Saat ini, Pinnacle sudah bekerja sama dengan 18 APERD dan sedang proses 3 APERD lagi untuk onboarding tahun ini.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait