Market Hari Ini 22 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Tren Pelemahan GOTO Sulit Ditembus, Akankah Kembali ke Level 50?

Saham GOTO terus melemah ke Rp54 dengan sinyal teknikal sangat jual, investor khawatir harga kembali ke level 50 meski fundamental mulai membaik.

Saham GOTO turun ke Rp54 dengan tekanan jual tinggi. Benarkah akan kembali ke Rp50 meski fundamental mulai membaik? Simak analisis lengkapnya.

Ilustrasi - Logo GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Dok Perusahaan.
Ilustrasi - Logo GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Dok Perusahaan.

Daftar Isi

  1. 01 Peluang ke Level 50 Bukan Hal Mustahil

KABARBURSA.COM - Perjalanan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belakangan ini kembali menjadi sorotan lantaran pergerakannya yang terus berada di zona merah. Pada perdagangan Senin sore, 22 September 2025, saham GOTO ditutup di level Rp54 per saham, melemah 1,82 persen dari sesi sebelumnya. 

Volume perdagangan tercatat cukup tinggi dengan 15,15 juta lot berpindah tangan, namun aliran transaksi yang besar tidak serta-merta memberi dorongan positif pada harga.

Jika dilihat lebih dalam, kinerja harga GOTO selama beberapa periode menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan. Dalam sepekan terakhir, saham ini terkoreksi 5,26 persen, sementara dalam sebulan turun lebih dari 11 persen. 

Bahkan sejak awal tahun (YTD), penurunan mencapai 22,86 persen, dan jika dibandingkan tiga tahun terakhir, harga sudah tergerus hingga hampir 80 persen dari puncaknya di Rp266. 

Angka-angka tersebut memperlihatkan tekanan jual yang masif dan konsisten, yang membuat saham ini terjebak dalam tren pelemahan yang sulit ditembus.

Dari sisi teknikal, sinyal yang muncul juga belum mendukung kebangkitan jangka pendek. Relative Strength Index (RSI) berada di level 31, mendekati area oversold, yang menandakan saham berada dalam tekanan jual berlebih. 

Indikator MACD masih negatif di -1,22, ADX menunjukkan tren turun kuat dengan nilai 43,53, dan indikator lain seperti CCI (-185) serta Williams %R (-83) menegaskan kondisi jenuh jual. Hampir seluruh Moving Average, baik jangka pendek maupun panjang, memberikan sinyal jual, dengan harga saat ini yang konsisten berada di bawah MA5 hingga MA200. 

Peluang ke Level 50 Bukan Hal Mustahil

Pivot point juga memperlihatkan kecenderungan harga yang mendekati level support di Rp53–Rp54, dan membuka peluang bahwa penurunan ke Rp50 bukan hal yang mustahil jika tekanan jual berlanjut.

Menariknya, secara fundamental GOTO sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Perusahaan mulai memangkas kerugian, meningkatkan efisiensi, dan memperbaiki arus kas. Namun, perbaikan fundamental tersebut belum sepenuhnya tercermin pada harga saham. 

Namun investor tampaknya masih berhati-hati, mengingat valuasi yang dianggap belum murah serta ketidakpastian dalam menjaga profitabilitas berkelanjutan. Sentimen pasar terhadap saham teknologi di Indonesia ini juga masih terombang-ambing, sehingga banyak pelaku pasar lebih memilih menunggu kepastian kinerja keuangan yang lebih solid.

Dengan kondisi tersebut, wajar bila muncul pertanyaan apakah saham GOTO sudah tidak lagi layak dikoleksi. Jawabannya lebih pada perspektif jangka waktu. 

Untuk investor jangka pendek, sinyal teknikal yang “sangat jual” memang memberikan indikasi bahwa risiko pelemahan masih besar, sehingga langkah aman adalah menghindari atau setidaknya menunda akumulasi. 

Namun, bagi investor jangka panjang dengan toleransi risiko yang tinggi, saham ini mungkin masih bisa dipertimbangkan sebagai opsi spekulatif, terutama jika ke depan GOTO mampu membuktikan konsistensi laba dan memperkuat neraca keuangannya.

Kesimpulannya, meskipun fundamental GOTO mulai berbenah, tekanan jual yang tinggi dan tren teknikal yang negatif membuat saham ini rentan untuk kembali menguji level psikologis Rp50. 

Dalam kondisi seperti ini, saham GOTO memang belum direkomendasikan sebagai pilihan utama, kecuali bagi investor yang siap bersabar dan menanggung volatilitas tinggi demi potensi jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait