Market Hari Ini 31 Jul 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Tren Positif KLBF Catatkan Laba Bersih Naik 18,06 Persen

Tren Positif KLBF Catatkan Laba Bersih Naik 18,06 Persen
Tren Positif KLBF Catatkan Laba Bersih Naik 18,06 Persen

KABARBURSA.COM - PT Kalbe Farma Tbk  atau KLBF melaporkan kenaikan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 18,06 persen menjadi Rp1,81 triliun hingga semester I 2024. Menurut laporan keuangannya, peningkatan laba ini didorong oleh penjualan KLBF yang naik 7,57 persen menjadi Rp16,33 triliun hingga Juni 2024.

Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan 9,53 persen menjadi Rp9,86 triliun. Hasilnya, laba kotor KLBF per Juni 2024 meningkat 4,72 persen menjadi Rp6,46 triliun.

Rincian beban lainnya mencakup:

  • Beban penjualan yang naik sedikit menjadi Rp3,22 triliun dari sebelumnya Rp3,20 triliun.
  • Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp731,1 miliar dari Rp734,5 miliar.
  • Beban penelitian dan pengembangan meningkat menjadi Rp215,6 miliar dari Rp207,0 miliar sebelumnya.

Pendapatan operasi lainnya juga naik menjadi Rp48,06 miliar dari Rp34,49 miliar. Beban operasi lainnya turun signifikan menjadi Rp27,3 miliar dari Rp136,2 miliar. Penghasilan bunga meningkat menjadi Rp75,4 miliar dari Rp40,5 miliar, sementara beban bunga dan keuangan turun menjadi Rp37,7 miliar dari Rp50,0 miliar.

Bagian atas laba entitas asosiasi bersih turun menjadi Rp15,8 miliar dari sebelumnya Rp23,2 miliar. Meskipun demikian, laba sebelum beban pajak penghasilan naik 22,2 persen menjadi Rp2,36 triliun sepanjang semester I tahun ini dari Rp1,93 triliun sebelumnya.

Total aset KLBF hingga semester I 2024 juga mencatat kenaikan sebesar 5,5 persen ytd menjadi Rp28,56 triliun.

Dengan hasil yang memuaskan ini, KLBF menunjukkan performa keuangan yang solid dan terus berfokus pada peningkatan efisiensi serta pengembangan produk untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Penetrasi Pasar dan Aksi Korporasi

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan akan melanjutkan tren positifnya di 2024, didorong oleh peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan perluasan pangsa pasar ekspor. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyatakan bahwa kinerja keuangan KLBF berpotensi tumbuh positif berkat peningkatan penjualan domestik dan ekspansi pasar ekspor .

Aksi Korporasi dan Ekspansi Pasar

Salah satu langkah strategis terbaru KLBF adalah melalui anak perusahaannya, Kalbe International Pte. Ltd, yang membeli 49 persen kepemilikan saham di Alliance Pharma Co. Ltd (Alliance). Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, aksi korporasi ini akan membantu KLBF dalam penetrasi pasar di Asia, terutama di Thailand, memperkuat kehadiran KLBF di lebih dari 40 negara.

Market Share dan Tantangan Harga Obat

KLBF memiliki market share yang kuat, meskipun menghadapi tantangan dalam menurunkan harga obat yang bisa menjadi polemik bagi perusahaan. KLBF menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 15 persen tahun ini, meskipun pasar yang cukup menantang, terutama terkait dengan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Impor Bahan Baku dan Pelemahan Rupiah

Industri farmasi di Indonesia masih mengandalkan 90 persen bahan baku dari impor. Pelemahan rupiah yang sedang terjadi dapat meningkatkan biaya pembelian bahan baku. Menurut Nico, pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang perlu dikhawatirkan, sehingga dia memperkirakan pertumbuhan laba bersih KLBF tahun ini berkisar 7 persen-9 persen secara tahunan (YoY).

Proyeksi Pertumbuhan dan Rekomendasi

Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas Indonesia lebih optimis, memproyeksikan pertumbuhan laba bersih KLBF sebesar 11 persen YoY dengan pendapatan tumbuh 6,5 persen YoY. Aziz menilai adanya pertumbuhan dari pendapatan lainnya, seperti keuntungan selisih kurs, dapat membantu kinerja bottom line KLBF.

Kedua analis tersebut merekomendasikan untuk menahan (hold) saham KLBF, dengan Kiwoom Sekuritas Indonesia menetapkan target harga di Rp1.680 dan Pilarmas Investindo Sekuritas di Rp1.600 .

Dengan strategi ekspansi yang solid dan upaya peningkatan efisiensi, KLBF berpotensi terus tumbuh meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar.

Kerja Sama dengan Livzon Group

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), melalui anak perusahaannya, PT Global Chemindo Megatrading (GCM), mengumumkan kerja sama strategis dengan perusahaan asal China, Lian SGP Holding Pte Ltd. (Lian SGP), yang merupakan anak perusahaan dari Livzon Pharmaceutical Group Inc. China (Livzon Group).

Kerja sama ini bertujuan untuk membangun pabrik bahan baku obat dengan nilai investasi awal sebesar Rp650 miliar.

Pabrik yang akan dibangun ini direncanakan untuk memproduksi berbagai bahan baku yang diperlukan dalam industri farmasi.

Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik secara khusus, serta mendukung industri farmasi Indonesia dengan menyediakan bahan baku berkualitas tinggi.

Dalam kolaborasi ini, Kalbe Farma dan Lian SGP telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Livzon Pharma Indonesia. Perusahaan patungan ini akan fokus pada produksi bahan aktif farmasi (API) dan bahan baku farmasi lainnya. Selain memenuhi kebutuhan pasar ekspor, perusahaan ini juga akan memperhatikan potensi pasar dalam negeri.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait