Market Hari Ini 09 Jan 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Trump Mainkan Strategi Agresif: Harga Minyak Pulih Setelah Dua Hari Turun

Penguatan ini terdorong oleh sinyal dari Presiden AS yang memungkinkan pembahasan sanksi Rusia tetap berjalan

Trump Mainkan Strategi Agresif: Harga Minyak Pulih Setelah Dua Hari Turun

Ilustrasi minyak dunia. Foto: Dok Pertamina
Ilustrasi minyak dunia. Foto: Dok Pertamina

KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia kembali melesat, menghapus tekanan koreksi dua hari sebelumnya yang sempat menahan laju pasar. Lonjakan harga ini ditopang sorotan investor pada situasi Venezuela dan perkembangan pembahasan rancangan undang-undang sanksi AS terhadap negara-negara yang masih bertransaksi dengan Rusia.

Brent naik 99 sen atau 1,7 persen ke level USD60,95 per barel, sementara WTI Amerika Serikat bertambah 93 sen atau 1,7 persen menjadi USD56,92 per barel.

Analis PVM, Tamas Varga, menilai penguatan ini terdorong oleh sinyal dari Presiden AS yang memungkinkan pembahasan sanksi Rusia tetap berjalan. “Langkah ini menimbulkan kekhawatiran pasar soal potensi gangguan ekspor minyak Rusia,” kata Varga, dikutip Reuters.

Sebelumnya, harga minyak global sempat tertekan lebih dari 1 persen selama dua hari berturut-turut karena ekspektasi pasokan yang melimpah. Morgan Stanley memperkirakan surplus pasokan bisa mencapai 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026.

Dari sisi fundamental, data EIA menunjukkan persediaan bensin dan distilat di AS meningkat melebihi perkiraan analis pada pekan yang berakhir 2 Januari 2026, sedangkan stok minyak mentah justru menurun.

Washington juga mengumumkan kesepakatan dengan Caracas untuk memperoleh akses hingga USD2 miliar minyak mentah Venezuela. Kesepakatan ini diprediksi akan mengubah rute pengiriman yang semula diarahkan ke China. Selain itu, AS menyita dua kapal tanker minyak terkait Venezuela di Samudra Atlantik pada Rabu, salah satunya berlayar dengan bendera Rusia.

Langkah-langkah ini mencerminkan strategi agresif Presiden Trump dalam mengendalikan aliran minyak di Amerika dan menekan pemerintah Venezuela agar berpihak pada kepentingan Washington.

Dengan kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan strategis tersebut, harga minyak berhasil bangkit, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian pasokan global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait