Market Hari Ini 20 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Turun 12,93 Poin di Sesi I, IHSG Lanjutkan Uji Resistance di 8.300?

IHSG melemah 0,16 persen ke 8.261 usai gagal bertahan di atas 8.300, dengan support intraday di 8.236 dan resistance 8.328 pada sesi II.

IHSG turun 12,93 poin ke 8.261 di sesi I. Indeks uji resistance 8.300 dengan support terdekat di 8.236 dan rentang 8.200–8.400.

Sejumlah saham LQ45 menjadi pendorong IHSG terkoreksi 0,16 persen di sesi pertama hari ini. (Foto: Dok KabarBursa)
Sejumlah saham LQ45 menjadi pendorong IHSG terkoreksi 0,16 persen di sesi pertama hari ini. (Foto: Dok KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Volume Transaksi Aktif

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, di level 8.261,15 atau turun 12,93 poin setara 0,16 persen dari penutupan sebelumnya 8.274,08. Sepanjang sesi, indeks dibuka di 8.300,22, sempat menyentuh level tertinggi 8.328,42 dan terendah 8.236,75.

Volume transaksi tercatat 258,2 juta lot dengan nilai Rp11,29 triliun. Data intraday menunjukkan indeks bergerak fluktuatif setelah pembukaan, dengan tekanan jual muncul setelah gagal bertahan di atas area 8.300.

Secara teknikal harian, IHSG masih bergerak dalam tren menengah yang sebelumnya mencatatkan kenaikan bertahap sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026. Namun pada Februari, indeks sempat mengalami koreksi tajam sebelum kembali bergerak konsolidatif di kisaran 8.200–8.400. 

Posisi sesi I pada perdagangan hari ini berada di tengah rentang konsolidasi tersebut.

Level terendah sesi I di 8.236,75 menjadi area support intraday terdekat. Sementara area 8.300–8.330 menjadi resistance jangka pendek yang belum berhasil ditembus secara konsisten pada sesi pagi. 

Dengan posisi indeks di 8.261, IHSG berada di bawah harga pembukaan. Hal ini mencerminkan tekanan jual yang lebih dominan setelah reli awal sesi.

Dari sisi sektoral, sektor industri menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,61 persen. Saham UNTR menguat 1,82 persen dan PTPP naik 0,57 persen, memberikan kontribusi positif terhadap indeks. 

Di sisi lain, sektor properti melemah paling dalam sebesar 1,18 persen, dengan tekanan pada DILD, LPKR, SMRA, MTLA, CTRA, ASRI, dan BSDE.

Pada indeks LQ45, saham-saham seperti SMGR, EXCL, AMRT, UNTR, GOTO, MEDC, dan MDKA mencatat kenaikan. Sebaliknya, JFPA, MBMA, INKP, BRPT, AADI, DSSA, dan NCKL menjadi penekan utama.

Volume Transaksi Aktif

Volume transaksi sesi I tergolong aktif dengan nilai Rp11,29 triliun, yang artinya partisipasi pasar tetap tinggi. Namun distribusi pergerakan menunjukkan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang berkontribusi terhadap pelemahan indeks.

Mengacu pada struktur intraday dan grafik harian, arah pergerakan IHSG pada sesi II akan ditentukan oleh respons terhadap dua level kunci. Jika indeks mampu kembali menembus dan bertahan di atas 8.300, terdapat ruang menuju area 8.328 sebagai resistance terdekat. 

Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan indeks turun di bawah 8.236, maka area 8.200 menjadi support psikologis berikutnya dalam rentang konsolidasi jangka pendek.

Dengan posisi indeks saat ini yang berada di tengah rentang 8.200–8.400, pergerakan sesi II secara teknikal masih berada dalam pola konsolidasi intraday, dengan fokus pada pengujian kembali resistance 8.300 atau support 8.236 sebagai penentu arah lanjutan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait