Market Hari Ini 17 May 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Unicef: Krisis Air Lahirkan Masalah Baru

Unicef: Krisis Air Lahirkan Masalah Baru
Unicef: Krisis Air Lahirkan Masalah Baru

KABARBURSA.COM - Spesialis Water, Sanitation, Hygiene, Unicef Indonesia, Maraita Listyasari menyatakan krisis air dapat menyebabkan permasalahan baru di masyarakat.

Maraita mengatakan, perubahan iklim bisa mempengaruhi banyak atau sedikitnya sumber air. Namun di sini, yang menjadi sorotan dia adalah ketika suatu daerah di Indonesia mengalami krisis air.

Lebih lanjut dia menyebut, yang paling berdampak jika terjadi krisis air adalah masyarakat menengah ke bawah.

"Kalau air terlalu sedikit, untuk konsumsi menjadi lebih sedikit, sehingga yang paling terdampak adalah masyarakat miskin," ujarnya acara Media Briefing Peran PBB dan Indonesia dalam World Water Forum di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2024.

Maraita menyampaikan pihaknya pernah melakukan studi di sejumlah wilayah di Indonesia. Dia bilang, ketika terjadi krisis air, ini menjadi masalah baru bagi masyarakat.

Dia mencontohkan ketika ada warga yang ingin buang air besar (BAB). Kata Maraita, sebenarnya warga ingin sekali BAB di toilet, namun karena ketersediaan air habis, akhirnya ada warga yang buang air sembarangan.

"Karena dia menganggap buang air besar di toilet tidak ada air untuk bersih-bersih. Akibat ini, akhirnya bisa berdampak ke penyakit," kata dia.

"Belum lagi (ketika tidak ada air) , anak-anak tidak bisa sekolah dan mempengaruhi absensi mereka, ini dampaknya jadi lebih panjang," tambahnya.

Sementara itu Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Medrilzam mengatakan, persoalan air ini multidimensi.

"Jadi banyak sekali persoalan-persoalan yang multidimensi. Memang harus dilihat lagi satu per satu persoalannya," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Medrilzam melihat persoalan air ini sangat serius. Berbagai masalah sudah ia lihat, seperti banyak mata air yang mulai hilang, hingga semakin sulitnya masyarakat mengakses air bersih.

"Bahkan bendungan-bendungan juga mulai terganggu karena airnya berkurang,"pungkasnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait