Market Hari Ini 06 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

UNIQ: Sinyal Teknis Buka Peluang ke Rp442

Saham UNIQ menguat di Rp406 dengan dukungan kinerja Q2 yang positif dan sinyal teknikal yang membuka peluang kenaikan hingga ke Rp442.

UNIQ menguat ke Rp406, kinerja Q2 naik Rp18 miliar, sinyal teknikal dukung peluang kenaikan hingga Rp442.

Armada PT Ulima Nitra Tbk. Foto: UNIQ.
Armada PT Ulima Nitra Tbk. Foto: UNIQ.

Daftar Isi

  1. 01 Pendapatan UNIQ Naik Rp18 Miliar
  2. 02 Teknikal Tunjukkan Minat Beli

KABARBURSA.COM - Saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) hingga perdagangan Rabu siang, 6 Agustus 2025, berada di level Rp406, menguat 1,5 persen dari penutupan sebelumnya. 

Pergerakannya cukup dinamis, sempat menyentuh level tertinggi di Rp408 dan terendah di Rp390. Aktivitas pasar terbilang ramai, dengan total 211 ribu lot berpindah tangan senilai sekitar Rp8,4 miliar, sementara rata-rata harga berada di Rp399. 

Dengan batas auto rejection atas (ARA) di Rp500 dan auto rejection bawah (ARB) di Rp340, ruang gerak harian masih cukup lebar bagi pelaku pasar.

Bagi trader, area Rp392 menjadi titik akumulasi yang menarik. Menurut technical analyst RHB Sekuritas Indonesia Ilham Fitriadi Budiarto, M.M., CTA®️, strateginya sederhana, yaitu masuk di dekat level ini, dengan target jangka pendek di Rp416 dan target lanjutan di Rp442. 

Batas kerugian ditempatkan di bawah Rp368 untuk mengantisipasi skenario terburuk. Perbandingan risiko dan imbal hasilnya cukup seimbang untuk target pertama, dan lebih menarik untuk target kedua.

Pendapatan UNIQ Naik Rp18 Miliar

Dari kinerja keuangan, UNIQ membukukan pendapatan kuartal kedua 2025 sebesar Rp153 miliar, naik dari Rp135 miliar pada kuartal sebelumnya. Laba kotor tercatat Rp22 miliar, stabil dibanding kuartal pertama. 

Efisiensi beban usaha membantu laba usaha bertahan di kisaran Rp15–16 miliar, sementara pos lain-lain yang sebelumnya sering menekan kinerja terlihat lebih terkendali. Laba bersih pun melonjak menjadi Rp12 miliar dari Rp5 miliar di kuartal sebelumnya.

Secara historis, laba UNIQ memang fluktuatif. Kuartal keempat 2024 mencatat lonjakan hingga Rp33 miliar, sebelum turun di awal 2025 dan kembali membaik di kuartal kedua. 

Jumlah saham beredar stabil di 3,14 miliar lembar, sehingga kenaikan laba tercermin langsung pada laba per saham (EPS) yang naik dari 1,74 menjadi 3,91. Rasio profitabilitas seperti return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) juga membaik, meski masih di level moderat.

Teknikal Tunjukkan Minat Beli

Dari sisi teknikal, pergerakan terakhir menunjukkan adanya minat beli yang menguat di area bawah. Harga sempat tertekan ke Rp390 namun kembali ditutup di atas Rp400, menandakan ada pembeli yang masuk di saat harga turun. 

Selama Rp392 bertahan sebagai support, peluang untuk menguji Rp416 tetap terbuka. Jika level tersebut ditembus dengan volume yang kuat, target berikutnya di Rp442 berpotensi dicapai. Namun, jika harga menembus Rp392 dan berlanjut di bawah Rp368, tren naik akan terancam.

Dengan volatilitas intraday yang masih terjaga dan kinerja kuartal terbaru yang menunjukkan perbaikan, UNIQ layak masuk dalam radar pelaku pasar. Bagi yang siap mengambil peluang, disiplin pada titik masuk, target harga, dan batas risiko akan menjadi kunci keberhasilan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait