Market Hari Ini 03 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

UNTR Geber Ekspansi ke Nikel, Sahamnya Mulai Bergerak?

United Tractors mendirikan anak usaha baru di sektor pengolahan nikel melalui NINL, di tengah pasar ikut mencermati arah diversifikasi ini.

UNTR membentuk anak usaha baru di sektor nikel, dan pergerakan sahamnya mulai menguat. Pasar mencermati dampak ekspansi terhadap prospek UNTR.

PT United Tractors Tbk (UNTR) melebarkan portofolio bisnisnya pada sektor pertambangan nikel dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL). (Foto: Dok. United Tractors)
PT United Tractors Tbk (UNTR) melebarkan portofolio bisnisnya pada sektor pertambangan nikel dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL). (Foto: Dok. United Tractors)

Daftar Isi

  1. 01 Aksi Korporasi Berefek ke Saham UNTR?

KABARBURSA.COM – PT United Tractors Tbk (UNTR) melebarkan portofolio bisnisnya pada sektor pertambangan nikel dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL). 

Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, dalam keterbukaan informasi mengatakan, pendirian NINL merupakan langkah lanjutan divestifikasi bisnis yang telah dirancang secara bertahap dan bagian ekspansi ke sektor pengolahan mineral nikel.

“Pembentukan NINL adalah bagian dari strategi grup untuk mengembangkan usaha di sektor jasa dan pengolahan mineral nikel melalui entitas yang kami kendalikan,” ujar Ari, dikutip Rabu, 3 Desember 2025.

Merujuk keterbukaan informasi tersebut, UNTR menjelasakan bahwa NINL didirikan melalui dua anak usaha yang dimiliki penuh, yakni PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN). Akta pendirian tercatat pada 21 November 2025 dan telah mendapatkan pengesahan Kemenkumham pada 2 Desember 2025.

Ari menambahkan, struktur modal NINL menempatkan DTN sebagai pemegang 99,90 persen saham dengan nilai Rp9,99 miliar, sementara EPN memegang 0,10 persen atau setara Rp10 juta.

“NINL akan beroperasi pada kegiatan industri pembuatan logam dasar bukan besi serta perdagangan besar logam dan bijih logam,” imbuh dia.

UNTR menilai bahwa ekspansi ini tidak menimbulkan dampak material terhadap operasi maupun kondisi keuangan jangka pendek perseroan, namun diposisikan sebagai bagian dari pemetaan jangka panjang menuju diversifikasi di sektor mineral strategis.

Dengan demikian, pembentukan NINL menjadi penanda bahwa UNTR mulai memperluas pijakan ke sektor hilirisasi nikel, tepat di saat pergerakan saham perseroan menunjukkan tren penguatan dalam sepekan terakhir.

Aksi Korporasi Berefek ke Saham UNTR?

Perdagangan saham UNTR hari ini bergerak stabil di zona hijau. Hingga sesi I, harga tercatat naik ke level 28.650, menguat 125 poin atau 0,44 persen. Harga bergerak dalam rentang harian 28.475–28.800, dengan volume mencapai 966.300 saham, atau masih di bawah rata-rata transaksi hariannya yang berada di kisaran 3,17 juta.

Secara historis, saham UNTR telah menguat 3,06 persen dalam sepekan terakhir, dengan kenaikan bersusun sejak awal Desember. 

Pola harga membentuk rangkaian higher low dan higher high, mencerminkan peningkatan minat beli setelah sempat terkoreksi pada 1 Desember sebelum kembali pulih menuju area 28.600.

Melihat kombinasi data harga dan momentum aksi korporasi, penguatan UNTR dalam beberapa hari terakhir beririsan dengan waktu diumumkannya pembentukan NINL. 

Meski UNTR menyatakan aksi ini tidak berdampak material dalam jangka pendek, pasar tampaknya merespons positif arah diversifikasi baru di sektor nikel. 

Pergerakan harga yang beranjak naik sejak awal pekan dapat mencerminkan sentimen investor yang mulai menangkap arah ekspansi tersebut.

Dari sisi pelaku pasar, broker summary menunjukkan bahwa UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi pihak paling agresif melakukan akumulasi dengan nilai beli mencapai Rp308,7 miliar pada periode 21 November–2 Desember 2025. Sementara itu, CLSA Sekuritas Indonesia (KZ), Mandiri Sekuritas (CC), dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) berada di sisi distribusi dengan nilai jual signifikan. 

Orderbook hari ini juga memperlihatkan dukungan kuat pada sisi bid di rentang 28.575–28.625, menandakan terdapat buyer institusional yang menjaga momentum kenaikan harga UNTR. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait