Market Hari Ini 05 Jul 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Untung Refill Bright Gas Pakai MyPertamina, Diskon Berapa?

Untung Refill Bright Gas Pakai MyPertamina, Diskon Berapa?
Untung Refill Bright Gas Pakai MyPertamina, Diskon Berapa?

Daftar Isi

  1. 01 Gagal Batasi Penggunaan BBM Bersubsidi

KABARBURSA.COM - Berita bagus untuk disimak oleh para ibu. Aplikasi MyPertamina memberikan cashback sangat besar untuk setiap pembelian atau isi ulang refill Bright Gas ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram. Dari pemantauan KabarBursa, cashback yang akan didapat bisa mencapai Rp25 ribu.

Hemat refill tabung Bright Gas dengan MyPertamina ini sudah diberlakukan sejak 1 Juli kemarin hingga 31 Desember mendatang. Berikut detail penting dari promo tersebut:

  • Produk Promo: Refill tabung Bright Gas 5,5 Kg atau Bright Gas 12 Kg di SPBU/Outlet resmi Bright Gas.
  • Metode Pembayaran: Gunakan LinkAja melalui aplikasi MyPertamina dengan minimal transaksi Rp90.000.
  • Cashback: Ada kesempatan untuk mendapatkan cashback hingga maksimal Rp25.000, tergantung pada jenis tabung yang diisi ulang:

    • Untuk refill Bright Gas 5,5 Kg: Cashback maksimal Rp15.000 dengan minimum pembelian Rp90.000.
    • Untuk refill Bright Gas 12 Kg: Cashback maksimal Rp25.000 dengan minimum pembelian Rp192.000.

  • Periode Promo: Berlaku mulai dari 1 Juli hingga 31 Desember 2024.
  • Batasan Transaksi: Setiap pengguna dapat menggunakan promo ini maksimal 4 kali dalam 1 minggu untuk setiap jenis tabung (5,5 Kg atau 12 Kg).
  • Poin MyPertamina: Setiap isi ulang akan memberikan poin MyPertamina, yaitu 30 poin untuk Bright Gas 5,5 Kg dan 60 poin untuk Bright Gas 12 Kg.
  • Lokasi Promo: Promo berlaku di SPBU/Outlet Bright Gas yang sudah terkoneksi dengan aplikasi MyPertamina. Detail outlet bisa dilihat di mypertamina.id/outletBG.
  • Penggabungan Promo: Promo ini tidak dapat digabungkan dengan metode pembayaran atau promo sejenis lainnya.
  • Perubahan Ketentuan: PT Pertamina Patra Niaga berhak untuk melakukan perubahan syarat & ketentuan program promo tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada konsumen.

Dengan demikian, pengguna MyPertamina dapat memanfaatkan promo ini untuk menghemat biaya refill tabung Bright Gas dan mendapatkan keuntungan tambahan berupa cashback serta poin MyPertamina.

Promo refill tabung Bright Gas dengan MyPertamina, yang berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Desember 2024, memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan cashback hingga Rp25.000 saat melakukan pembelian dengan LinkAja di SPBU/Outlet resmi. Promo ini berlaku untuk pembelian Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg dengan syarat minimum transaksi dan batasan tertentu.

Selain itu, pengguna juga mendapatkan poin MyPertamina yang dapat digunakan untuk keuntungan lebih lanjut. PT Pertamina Patra Niaga memiliki hak untuk mengubah syarat dan ketentuan promo kapan saja, dan dengan mengikuti promo ini, pengguna dianggap setuju dengan semua syarat dan ketentuan yang berlaku. Promo ini tidak dapat digabungkan dengan promo atau metode pembayaran lainnya.

Gagal Batasi Penggunaan BBM Bersubsidi

Penerapan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah dinilai tidak tepat sasaran. Anggaran subsidi ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketidakoptimalan dalam pengelolaan kebijakan ini menjadi perhatian khusus mengingat eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda reda.

Indonesia sebagai negara importir minyak dunia terpengaruh secara langsung.

Menurut pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, ketika harga minyak dunia melampaui USD100 per barel dan distribusi minyak bumi terhambat akibat perang, Indonesia akan merasakan dampaknya.

“Devisa yang digunakan untuk mengimpor minyak akan semakin meningkat. Jika subsidi BBM tidak diperbaharui, maka anggaran subsidi bisa mencapai Rp300 triliun,” ujarnya kepada KabarBursa, Selasa, 23 April lalu.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan subsidi BBM yang tepat sasaran, Fahmy mengatakan bahwa pemerintah harus serius dalam mengelola hal tersebut.

“Langkah pertama adalah membatasi subsidi BBM agar tepat sasaran. Pemerintah dan Pertamina selama ini menggunakan mekanisme MyPertamina yang tidak efektif. Seharusnya diterapkan mekanisme yang sederhana di setiap SPBU,” ungkapnya.

Fahmy menyarankan pemerintah untuk mengatur subsidi BBM hanya untuk sepeda motor dan angkutan barang dan orang karena lebih mudah diterapkan di seluruh SPBU.

“Kalau sebelumnya sulit untuk mengontrol dengan kriteria tertentu, namun untuk sepeda motor dan angkutan barang lebih mudah diatur di setiap SPBU,” paparnya.

Selain itu, jika harga minyak dunia tetap naik, pemerintah perlu menaikkan harga BBM subsidi.

“Kenaikan harga BBM subsidi akan menyebabkan inflasi. Hal ini akan berdampak pada daya beli masyarakat yang kemungkinan akan menurun,” jelasnya.

“Jika harga minyak dunia tetap tinggi, beban APBN akan semakin berat terutama dalam subsidi dan penggunaan devisa untuk impor,” tambah Fahmy.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait