Market Hari Ini 05 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

VKTR Beri Penjelasan Resmi ke BEI: Saham Masih Disuspensi!

Kenaikan signifikan akun Barang dalam Penyelesaian sebagaimana disoroti BEI, disebabkan aktivitas produksi kendaraan listrik yang sedang berlangsung

VKTR menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas surat permintaan penjelasan bernomor S-13671/BEI.PP3/12-2025.

Ilustrasi Perusahaan Emiten VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Perusahaan Emiten VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyampaikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas surat permintaan penjelasan bernomor S-13671/BEI.PP3/12-2025. Surat tersebut berisi permintaan klarifikasi mengenai kondisi operasional, rencana bisnis, dan sejumlah transaksi keuangan dalam laporan keuangan perseroan.

Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi, menegaskan kesiapannya memberikan klarifikasi lanjutan kepada regulator. “Bersama ini kami menyampaikan tanggapan lebih lanjut atas surat tersebut sebagaimana terlampir,” tulis Indah dalam keterangan resmi Jumat, 5 Desember 2025.

VKTR menjelaskan bahwa kenaikan signifikan akun Barang dalam Penyelesaian sebagaimana disoroti BEI, disebabkan aktivitas produksi kendaraan listrik yang sedang berlangsung.

“Peningkatan signifikan dari sub akun Barang dalam penyelesaian mayoritas dikarena adanya proses produksi 30 unit Bus listrik dan 10 Truk listrik, yang menurut jadwal akan diserahkan kepada customer pada bulan Oktober - November 2025," tulis dia.

Barang dalam penyelesaian tersebut adalah unit yang telah melewati sebagian proses produksi namun belum mencapai tahap barang jadi.

BEI juga meminta penjelasan mengenai utang lain-lain sebesar Rp100 miliar pada entitas anak PT VKTR Sakti Industries (VSI). Utang ini timbul karena adanya penyertaan aset berupa tanah dan bangunan dari pemegang saham VSI, atas nama Widodo.

VKTR menjelaskan bahwa penyerahan aset tersebut merupakan bagian dari komitmen pembangunan fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang. Dalam suratnya, perseroan menuliskan:

“Pemegang saham VSI berkomitmen untuk membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang. Pak Widodo sebagai pemegang saham menyertakan tanah dan bangunan senilai Rp100 miliar untuk digunakan sebagai fasilitas Produksi," sambung dalam klarifikasi itu.

Perseroan juga mengonfirmasi bahwa terdapat rencana debt equity swap, namun struktur kepemilikan tetap tidak berubah.

“Perseroan berencana melakukan debt equity swap tanpa merubah struktur kepemilikan VSI. Struktur kepemilikan VSI saat ini dan setelah dilaksanakan debt to equity swap adalah Perseroan 60 persen dan Pak Widodo 40 persen," katanya.

VKTR menegaskan bahwa kendali perseroan atas VSI tetap terjaga setelah VSI melakukan debt equity swap, Perseroan tetap menjadi pengendali VSI.

Sementara akun yang terkait transaksi tersebut juga diperjelas yakni akun yang berhubungan dengan utang lain-lain sebesar Rp100 miliar adalah Aset tetap.

Saham VKTR masih disuspensi

Data perdagangan yang diterima redaksi menunjukkan bahwa saham VKTR masih berada dalam status suspensi. Harga terakhir tercatat di level 650, sementara grafik tiga bulan menunjukkan kenaikan hingga 424.19 persen. Namun selama suspensi, perdagangan tidak dapat dilakukan.

Suspensi tersebut bagian dari tindakan pengawasan pasar yang biasa dilakukan ketika regulator membutuhkan klarifikasi tambahan atau ketika terjadi pergerakan harga tidak wajar.

VKTR bergerak di sektor otomotif dan komponen otomotif, dengan fokus pada pengembangan bus dan truk listrik serta ekosistem pendukungnya. Pembangunan fasilitas produksi di Magelang menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kapasitas manufaktur kendaraan listrik nasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait