Market Hari Ini 10 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

VKTR Naik 5,98 Persen usai Pabriknya Diresmikan Pemerintah

Peresmian fasilitas kendaraan listrik memperkuat sentimen industri dan pergerakan saham emiten.

Saham VKTR naik seiring proyek kendaraan listrik dan peresmian pabrik oleh Presiden.

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat dalam beberapa hari terakhir seiring sentimen positif dari proyek kendaraan listrik. (Foto: Dok. VKTR)
Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat dalam beberapa hari terakhir seiring sentimen positif dari proyek kendaraan listrik. (Foto: Dok. VKTR)

KABARBURSA.COM – Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat dalam beberapa hari terakhir seiring sentimen positif dari proyek kendaraan listrik. Hingga perdagangan Jumat, 10 April 2026, saham VKTR tercatat berada di level Rp970 atau naik 5,43 persen secara harian.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik VKTR di Magelang, Jawa Tengah. “Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa,” ujar Presiden dalam peresmian tersebut, dilansir laman resmi Presiden RI.

Pergerakan saham VKTR menunjukkan tren kenaikan sejak awal April. Pada 1 April 2026, harga saham berada di level Rp815 dan sempat melonjak ke Rp905 pada 8 April sebelum kembali menguat ke Rp970 pada 10 April.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp223,75 miliar dengan volume 2,27 juta saham dan frekuensi 38,66 ribu kali pada 10 April. Aktivitas ini mencerminkan peningkatan minat pasar terhadap saham VKTR dalam periode tersebut.

Pada 9 April, saham VKTR berada di level Rp920 dengan nilai transaksi Rp334,98 miliar. Pada hari yang sama, tercatat net foreign sell sebesar Rp11,97 miliar, sementara pada 8 April terjadi net foreign buy Rp2,80 miliar.

Sebelumnya pada 7 April, tekanan jual asing tercatat Rp10,16 miliar. Sementara pada 6 April dan 2 April, net foreign sell masing-masing sebesar Rp8,42 miliar dan Rp2,40 miliar.

Kenaikan harga saham ini terjadi beriringan dengan penguatan sentimen industri kendaraan listrik. Pemerintah menegaskan bahwa industrialisasi berbasis teknologi menjadi arah strategis pembangunan nasional.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu mengolah teknologi menjadi industri bernilai tambah. Ia menilai sektor kendaraan listrik menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut.

Presiden juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh manajemen VKTR. Ia menyebut perusahaan memiliki visi dalam mendukung transformasi industri nasional.

“Kalau Jepang punya Isuzu, Korea punya Hyundai, saya berharap kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” kata Presiden.

Fasilitas perakitan kendaraan listrik yang diresmikan tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri otomotif berbasis energi bersih. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Selain itu, pengembangan industri ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian energi. Pemerintah menilai sektor ini memiliki potensi dalam mendukung struktur ekonomi jangka panjang.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. Industri kendaraan listrik dinilai memiliki peran dalam mendorong hilirisasi dan inovasi teknologi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait