Market Hari Ini 03 Dec 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

VKTR Pede Kejar Target 2026: tapi Ketergantungan Proyek Pemerintah

Proyeksi ini diharapkan menjadi tuas pengangkat performa finansial sekaligus memperkaya portofolio pendapatan perusahaan

Emiten kendaraan listrik komersial, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), menatap ketatnya gelanggang persaingan EV di Indonesia dengan rasa optimisme.

Fasilitas miliik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (Foto: Dok. VKTR)
Fasilitas miliik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (Foto: Dok. VKTR)

KABARBURSA.COM - Emiten kendaraan listrik komersial, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), menatap ketatnya persaingan pasar EV di Indonesia dengan rasa optimisme.

Perusahaan memprediksi lini kendaraan listrik akan menyumbang porsi pendapatan lebih dominan pada 2026, ditopang penyelesaian proyek Transjakarta yang mencakup 30 unit armada di awal tahun. 

Proyeksi ini diharapkan menjadi tuas pengangkat performa finansial sekaligus memperkaya portofolio pendapatan perusahaan. Lanskap positif tersebut diperkuat oleh kemajuan strategi bisnis yang tengah digarap, terutama dalam ekspansi produksi domestik dan konsolidasi rantai pasok nasional.

VKTR memasuki fase percepatan penjualan yang lebih kokoh pada 2025. Perusahaan meyakini rangkaian langkah strategis yang digulirkan saat ini akan menghadirkan hasil substansial dalam dua tahun mendatang: Pertama, kontribusi pendapatan EV yang diprediksi melesat tajam pada 2026, bertumpu pada penyelesaian kontrak besar seperti Transjakarta.

Kedua, kestabilan lini suku cadang. Bisnis manufaktur komponen ditargetkan tetap ajek dan menjadi fondasi arus kas yang kukuh, sekaligus penyangga utama kesehatan finansial perusahaan.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, VKTR telah meresmikan Fasilitas Perakitan Kendaraan Listrik CKD (Completely Knocked Down) pertama di Indonesia, berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. 

Fasilitas ini diproyeksikan mampu merakit hingga 3.000 unit bus dan truk per tahun. Selain itu, pabrik tersebut telah mencapai ambang TKDN 40 persen untuk produk bus, memberikan keunggulan struktural berupa harga lebih kompetitif dan margin yang lebih lapang dibandingkan produk impor CBU.

Dalam upaya mengamankan target 2026, VKTR mengeksekusi strategi bisnis berbasis empat pilar utama:
Pencapaian profitabilitas melalui disiplin profesional. Segmen EV tengah bergerak dari fase investasi menuju profitabilitas berkelanjutan pada 2026 melalui disiplin operasional yang ketat.

Ekosistem dan Kemitraan Global. VKTR mempertebal pilar pembangunan ekosistem lewat kolaborasi strategis dengan OEM global seperti BYD, KINWIN AUTO, CATL/Synland, dan JAC—kemitraan yang memastikan akses teknologi terkini dan mempercepat time-to-market.

Perusahaan juga mengembangkan model Mobility-as-a-Service (MaaS) untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi serta mendorong adopsi pasar yang lebih luas.

Market Positioning dan Lokalitas. VKTR menargetkan posisi sebagai pionir EV komersial dengan memaksimalkan keunggulan CKD untuk meraih first-mover advantage. Di saat yang sama, perusahaan aktif mendorong kebijakan yang berpihak pada EV lokal guna mempertegas perannya sebagai national champion.

Integrasi Rantai Nilai. Melalui pilar Value Chain, perusahaan berencana memperdalam integrasi vertikal bersama Bakrie Autoparts, memperkuat kapabilitas foundry, serta membuka peluang pemasokan komponen EV bagi OEM di segmen kendaraan penumpang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait