Market Hari Ini 20 Mar 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Wacana Beras Impor dari Kamboja: Begini Harapan Pedagang

Wacana Beras Impor dari Kamboja: Begini Harapan Pedagang
Wacana Beras Impor dari Kamboja: Begini Harapan Pedagang

KABARBURSA.COM - Pedagang berharap harga beras bisa terjangkau oleh masyarakat jika memang pemerintah ingin mengimpor dari Kamboja.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Iksan, salah satu pedagang beras di Pasar Ciledug, Tangerang. Ia berharap andai benar beras bakal impor dari Kamboja, harga komoditi ini bisa terjangkau.

"Kalau beras impor kan berpengaruh sama harga, otomatis (harga) turun. Semoga aja nanti harganya turun, kualitasnya juga bagus," ujar Iksan kepada Kabar Bursa, Selasa 19 Maret 2024.

Iksan menyebut pernah menjual beras impor dari Vietnam. Dari segi kualitas, ia tidak meragukan beras negara tetangga itu. Namun dia mengaku jika beras lokal masih menjadi yang terbaik.

"Kualitasnya (beras Vietnam) menurut saya lumayan. Tapi kalau dibandingkan beras lokal, bagusan beras lokal. Beras impor soalnya agak pera," ucapnya.

Saat itu, Iksan menjual beras Vietnam seharga Rp 16 ribu per kilogram. Namun sudah satu bulan lamanya dia tidak menjual beras impor Vietnam.

Adapun, Iksan sendiri kini memiliki stok beras lokal. Dia mematok harga paling murah yakni Rp16.500 per kilogram.

"Sekarang stok beras lokal. Per kilogram masih yakni Rp 18 ribu untuk beras yang bagus tertinggi. Kalau yang murah Rp 16.500 per kilogram," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi  menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan impor sebanyak 22.500 ton beras dari Kamboja.

Keputusan itu diambil guna memenuhi kebutuhan stok beras menjelang Idul Fitri 1445 H, selain bergantung pada produksi dalam negeri. (yog/prm)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait