Market Hari Ini 22 Mar 2024 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Wacana Food Estate di Kepulauan Seribu: Ini Kendalanya

Wacana Food Estate di Kepulauan Seribu: Ini Kendalanya
Wacana Food Estate di Kepulauan Seribu: Ini Kendalanya

KABARBURSA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dirasa bakal mengalami sejumlah kendala jika ingin mengembangkan lumbung pangan atau food estate di Kepulauan Seribu.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan Pemprov DKI harus serius untuk memfasilitasi kebutuhan di Pulau Seribu.

"Kalau kendala tentang infrastrukturnya, itu betul-betul harus tersedia dengan baik. Misal perahu atau kapal," kata Trubus kepada Kabar Bursa, Kamis 21 Maret 2024.

Trubus menyarankan pihak terkait untuk mengkaji tanah di sekitar Kepulauan Seribu.  Hal ini, kata dia, bertujuan untuk menyesuaikan jenis tanaman yang bisa digarap di area lahan.

Selain itu, Trubus juga berbicara mengenai irigasi atau pengairan. Mengingat iklim juga berpotensi menjadi kendala dalam mengembangkan food estate.

"Nanti pengairannya gimana? Harus ada supporting pengairan, karena biasanya kalau musim panas, bisa panas sekali," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berencana mengembangkan wilayah Kepulauan Seribu menjadi kawasan lambung pangan atau Food Estate.

Trubus menyebut pengembangan food estate di Kepulauan Seribu agak sulit terealisasi karena belum ada infrastruktur yang memadai.

Kendati begitu, Trubus memiliki beberapa solusi andai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta benar-benar serius ingin mengembangkan food estate di Kepulauan Seribu.

Menurut Trubus,  Pemprov DKI harus menata kembali tanah-tanah atau pulau yang masih kosong di sekitar Kepulauan Seribu untuk dijadikan lahan tanaman. (yog/prm)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait