Market Hari Ini 25 Jul 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Wall Street Dibuka Merana, Alphabet dan Tesla Biang Kerok?

Wall Street Dibuka Merana, Alphabet dan Tesla Biang Kerok?
Wall Street Dibuka Merana, Alphabet dan Tesla Biang Kerok?

Daftar Isi

  1. 01 Dampak pada Saham-Saham Big Tech
  2. 02 Optimisme Musim Laporan Keuangan
  3. 03 Prospek Pasar yang Cerah
  4. 04 Menantikan Data Ekonomi AS

KABARBURSA.COM - Bursa saham Amerika Aerikat atau Wall Street dibuka merana. Ada beberapa hal yang membuat investor kecewa dengan kinerja keuangan kuartal II-2024 dari dua teknologi terbesar AS, yaitu Alphabet dan Tesla.

Diketahui, pada pembukaan perdagangan Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) langsung melemah sebesar 0,38 persen. Posisinya berada di 40.204,48. Sementara, S&P merosot 0,88 persen ke 5.506,62, begitu pulang dengan Nasdaq Composite yang ambles 1,48 persen menjadi 17.731,88.

Sepanjang kuartal II-2024, kinerja keuangan Alphabet alias Google memang cukup menggembirakan. Tercatat pendapatan dan laba di kuartal kedua ini berhasil melampaui ekspektasi analis. Tapi, pendapatan dari iklan jusru turun drastis, berada di bawah perkiraan konsensus.

Diketahui, pendapatan dan laba bersih Alphabet yang berada di atas ekspektasi analis di kuartal kedua tahun ini didorong oleh peningkatan iklan digital dan permintaan yang sehat untuk layanan komputasi awan. Sayangnya, ada indikasi belanja modal yang tetap tinggi di tahun ini.

Tesla mencatat penurunan laba bersih yang drastis hingga 45 persen pada kuartal II-2024. Laba bersih perusahaan dalam tiga bulan kedua tahun ini mencapai USD1,48 miliar atau sekitar Rp23,94 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.200/USD). Angka ini turun signifikan dibandingkan laba bersih setahun sebelumnya yang mencapai USD2,70 miliar (Rp43,79 triliun).

Penurunan ini terjadi di tengah permintaan kendaraan listrik yang mulai menurun dan persaingan harga yang semakin ketat akibat munculnya banyak penantang baru di segmen industri otomotif ramah lingkungan.

Dampak pada Saham-Saham Big Tech

Kekecewaan investor terhadap kinerja keuangan Alphabet dan Tesla pada kuartal II-2024 juga berdampak pada saham-saham big tech AS lainnya. Saham Nvidia dan Meta Platform (Facebook) turun lebih dari 3 persen, sementara Microsoft mengalami penurunan 1 persen di awal sesi hari ini.

Laporan-laporan ini memberikan pandangan pertama investor mengenai nasib perusahaan-perusahaan mega caps selama kuartal kedua 2024. Investor di Wall Street sangat memperhatikan laporan dari perusahaan-perusahaan ini karena mereka bertanggung jawab atas sebagian besar keuntungan pasar tahun ini.

Optimisme Musim Laporan Keuangan

Meskipun demikian, musim laporan keuangan secara keseluruhan dimulai dengan baik. Menurut data dari FactSet, lebih dari 25 persen emiten di S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartal kedua mereka, dengan sekitar 80 persen di antaranya melampaui ekspektasi.

Di sisi lain, investor sebagian besar telah memperkirakan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mungkin akan memangkas suku bunga pada pertemuan September mendatang.

Prospek Pasar yang Cerah

Kepercayaan yang meningkat terhadap soft landing membuat pasar terus menguat, terutama sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti saham-saham berkapitalisasi kecil dan industri yang meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

"Ekonomi akan terus tumbuh, perusahaan-perusahaan akan terus mengelola lingkungan dengan sangat baik, dan pasar akan mencerminkan hal tersebut melalui valuasinya yang tinggi," kata Dan Greenhaus, kepala strategi dan ekonom Solus Alternative Asset Management.

Menantikan Data Ekonomi AS

Namun, pasar cenderung wait and see menanti rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2024 serta inflasi personal AS di akhir pekan ini.

Menurut FactSet, PDB diperkirakan akan meningkat sebesar 1,9 persen. Jika laporan ini sesuai dengan prediksi, maka akan menandai peningkatan dari kenaikan 1,4 persen selama kuartal pertama. Namun, ini akan menjadi perlambatan yang cukup mencolok dibandingkan dengan paruh kedua 2023, di mana PDB naik 4,9 persen pada kuartal ketiga dan 3,4 persen pada kuartal keempat.

Jika PDB AS mengalami peningkatan, maka kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed di September akan semakin kecil. Sementara itu, inflasi AS (Personal Consumption Expenditure/PCE) diperkirakan masih melandai, meskipun belum menyentuh level 2 persen sesuai target The Fed.

Pada kuartal II-2024, Tesla mengalami penurunan laba bersih sebesar 45 persen, dengan laba bersih turun dari USD2,70 miliar menjadi USD1,48 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah mendinginnya permintaan kendaraan listrik dan persaingan harga yang semakin ketat. Kinerja yang mengecewakan ini, bersama dengan laporan keuangan Alphabet, berdampak negatif pada saham-saham big tech lainnya seperti Nvidia, Meta Platform, dan Microsoft.

Meskipun begitu, musim laporan keuangan secara keseluruhan menunjukkan hasil yang positif, dengan sebagian besar perusahaan di S&P 500 melampaui ekspektasi pendapatan. Pasar juga tetap optimis, terutama dengan harapan adanya soft landing dan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan September mendatang.

Namun, investor masih menunggu data pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi personal yang akan dirilis dalam waktu dekat. Jika data PDB menunjukkan peningkatan sesuai prediksi, kemungkinan pemangkasan suku bunga akan semakin kecil. Sementara itu, inflasi masih diperkirakan menurun meskipun belum mencapai target 2 persen The Fed.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait