Market Hari Ini 31 Dec 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Wall Street Ditutup Lesu di Penghujung Tahun 2025

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 60,51 poin, atau 0,12 persen menjadi 48.401

Saham-saham di Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah di penghujung tahun 2025 atau tepatnya pada Selasa, 30 Desember.

Ilustrasi: Suasana New York Stock Exchange (NYSE) atau populer sebagai Wall Street. (Foto: Public Domain Pictures)
Ilustrasi: Suasana New York Stock Exchange (NYSE) atau populer sebagai Wall Street. (Foto: Public Domain Pictures)

KABARBURSA.COM - Saham-saham di Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah di penghujung tahun 2025 atau tepatnya pada Selasa, 30 Desember.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 60,51 poin, atau 0,12 persen menjadi 48.401, indeks Nasdaq Composite juga mengalami penurunan 0,96 poin ke level 23.473. Sementara itu indeks S&P 500 naik 0,09 poin ke level 6.905.

Reuters menyampaikan, setelah melewati setahun penuh perang tarif, penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah AS, dan gejolak geopolitik yang bergejolak, ketiga indeks AS, bersama dengan indeks global lainnya, diperkirakan akan mencatat kenaikan yang kuat, mencapai angka dua digit.

"Pada akhirnya, keuntungan perusahaan yang solid dapat menutupi banyak kesalahan," kata Ryan Detrick, kepala ahli strategi pasar di Carson Group di Omaha.

"Dan pada tahun 2025, pendapatan yang kuat telah membenarkan pasar bullish yang kita saksikan tahun ini." tambah dia.

Detrick menegaskan, pihaknya tidak melihat tanda-tanda besar yang mengindikasikan resesi akan datang. Ia pun optimistis pasar tenaga kerja akan membaik dan pasar kemungkinan masih memiliki beberapa kejutan di tahun 2026.

Risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve AS tahun ini menunjukkan sebagian besar anggota setuju untuk memangkas suku bunga, tetapi perdebatan tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS mengungkapkan perpecahan yang mendalam di antara para pembuat kebijakan.

"Risalah rapat The Fed semakin menegaskan bahwa sebenarnya ada dua sisi terkait kebijakan masa depan, dan perbedaan ini kemungkinan akan terus bertambah," kata Detrick.

"Kenyataannya, inflasi masih agak tinggi, dan The Fed seharusnya mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga guna mendukung pasar tenaga kerja yang melemah pada tahun 2026." tambahnya. (*) 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait