Market Hari Ini 17 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Wall Street Perkasa Berkat Lonjakan Saham-saham AI

Penguatan Wall Street turut ditopang oleh penurunan harga minyak mentah yang moderat

Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat

Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM - Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat didukung kinerja dari saham-saham Artificial Intelligence (AI) pada Senin, 16 Maret 2026.

Saham Meta melonjak 2,3 persen setelah Reuters melaporkan platform media sosial itu berencana mengurangi jumlah karyawan setidaknya 20 persen untuk mengimbangi investasi infrastruktur kecerdasan buatan yang mahal.

Saham Nvidia ditutup 1,6 persen lebih tinggi setelah sang CEO Jensen Huang mengumumkan komponen baru pada konferensi pengembang tahunan.

Tak hanya itu, saham Tesla  juga menguat 1,1 persen setelah CEO Elon Musk mengatakan proyek Terafab untuk membuat chip AI akan diluncurkan dalam tujuh hari.

Sementara itu saham Teknologi Mikron   melonjak hingga 3,7 persen setelah produsen chip memori tersebut mengumumkan rencana pembangunan fasilitas manufaktur kedua di Taiwan.

Adapun secara keseluruhan, indeks S&P 500 naik 1,01 persen dan mengakhiri sesi di 6.699,38 poin, kenaikan harian terkuatnya dalam lebih dari sebulan.

Sedangkan Nasdaq naik 1,22 persen menjadi 22.374,18 poin, sementara Dow Jones Industrial Average meningkat 0,83 persen menjadi 46.946,41 poin.

Penguatan Wall Street turut ditopang oleh penurunan harga minyak mentah yang moderat setelah AS mengatakan akan tidak keberatan dengan beberapa kapal Iran, India, dan China   melewati Selat Hormuz. Hal ini pun memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.

"Anda mendapat kabar bahwa kapal tanker minyak Iran sedang atau akan segera melewati Selat Hormuz, yang merupakan hal positif bagi stabilitas ekonomi global," kata Terry Sandven, kepala ahli strategi ekuitas di US Bank Wealth Management di Minneapolis.

Reuters melaporkan meskipun terjadi penurunan pencatatan selama tiga minggu terakhir, saham AS berkinerja lebih baik daripada saham-saham global lainnya. Hal ini didukung oleh pemulihan saham teknologi yang sebelumnya tertekan, di sisi lain S&P 500 masih turun sekitar 2 perse  hingga saat ini di tahun 2026.

Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 17,4 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 19,9 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait