Market Hari Ini 06 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Wall Street Terguncang Setelah Lonjakan Pekan Lalu

Wall Street Terguncang Setelah Lonjakan Pekan Lalu
Wall Street Terguncang Setelah Lonjakan Pekan Lalu

KABARBURSA.COM-Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mengalami goncangan hebat pada awal perdagangan pekan ini, Senin (5/2/2024). Indeks Dow Jones tergelincir 0,42 persen ke 38.492,35, sementara Indeks S&P melorot 0,21 persen ke 4.948,36, dan Indeks Nasdaq turun 0,08 persen ke 15.616,26.

Kontrast signifikan terjadi setelah Wall Street mengalami lonjakan pekan sebelumnya. Pada periode tersebut, Indeks S&P melonjak 1,4 persen, Indeks Nasdaq naik 1,1 persen, dan Indeks Dow Jones meraih kenaikan 1,4 persen selama seminggu.

Pergerakan Wall Street selanjutnya akan dipengaruhi oleh pernyataan Jerome Powell, Ketua bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Dalam wawancara di program 60 Minutes di CBS, Powell menyatakan kehati-hatannya terkait pemangkasan suku bunga tahun ini.

"Bukti yang lebih meyakinkan diperlukan untuk mengambil langkah signifikan dalam pemangkasan suku bunga, terutama jika inflasi tidak stabil," ungkap Powell, sebagaimana dilansir oleh CNBC International.

Powell menyoroti kebijakan pengetatan suku bunga yang dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif, namun, dia juga menegaskan keyakinannya terhadap kekuatan ekonomi AS, meskipun di tengah jadwal pemilihan presiden pada November mendatang.

"Dengan ekonomi yang sangat kuat, sepertinya kita bisa mulai bertanya kapan tepatnya untuk memangkas suku bunga," tambah Powell.

Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 persen pada pekan sebelumnya menjadi faktor penentu dalam dinamika pasar.

Sementara itu, pergerakan bursa AS juga dipengaruhi oleh laporan keuangan perusahaan. Dari 230 perusahaan yang terdaftar di Indeks S&P, sekitar 80 persen melaporkan kinerja keuangan di atas ekspektasi.

Meta melaporkan pendapatan mencapai US$ 40,1 miliar dan laba sebesar US$ 14 miliar pada Oktober-Desember 2023. Amazon juga mencatat kinerja positif dengan pendapatan sebesar US$ 170 miliar pada kuartal terakhir, melebihi ekspektasi pasar.

Saham Meta terbang tinggi 20 persen setelah mengumumkan rencana pembagian dividen dan buyback. Sementara itu, saham Amazon melonjak 7,9 persen berkat hasil keuangan

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait