Market Hari Ini 24 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

WIFI Anjlok 5,14 Persen, Ada Peluang Beli Sahamnya?

Saham WIFI terkoreksi lebih dari 5 persen di tengah tekanan pasar, sementara pertumbuhan bisnis tetap tinggi dan ekspansi jaringan terus berjalan.

Analisis WIFI hari ini usai turun 5 persen. Simak rekomendasi buy on weakness, target harga, dan sentimen bisnis terbaru.

Terkoreksi cukup dalam, investor masih punya peluang membeli saham WIFI dengan memperhatikan area Rp2.320 hingga Rp2.380 sebagai zona buy on weakness. (Foto: dok Surge)
Terkoreksi cukup dalam, investor masih punya peluang membeli saham WIFI dengan memperhatikan area Rp2.320 hingga Rp2.380 sebagai zona buy on weakness. (Foto: dok Surge)

Daftar Isi

  1. 01 Fundamental WIFI

KABARBURSA.COM – Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) anjlok hingga 5,14 persen pada perdagangan sesi terakhir Kamis, 23 April 2026. Sahamnya kini berada di level Rp2.400, terdiskon 130 poin dari harga pembukaan sebesar Rp2.560.

Dalam struktur jangka pendek, pelemahan ini membawa WIFI kembali mendekati area penyangga penting, setelah sebelumnya bergerak di kisaran atas. Rentang Rp2.320 hingga Rp2.380 kini menjadi area yang mulai diperhatikan sebagai zona buy on weakness.

Hal ini terutama karena harga berada dekat dengan batas bawah pergerakan harian, sekaligus menjadi area yang berpotensi sebagai penahan penurunan lanjutan. Selama harga tidak menembus Rp2.270, tekanan yang terjadi masih berada dalam fase koreksi terbatas.

Secara teknikal, posisi saat ini mencerminkan fase lanjutan dalam struktur kenaikan yang lebih besar, namun sedang mengalami jeda korektif. Target pergerakan ke Rp2.680 hingga Rp2.780 masih terbuka apabila harga mampu kembali ke atas Rp2.500 dengan dukungan volume yang lebih stabil. 

Namun dalam kondisi saat ini, arah jangka sangat pendek masih cenderung sensitif terhadap tekanan jual lanjutan, terutama jika tidak ada katalis baru yang mendorong minat beli.

Fundamental WIFI

Di luar pergerakan harga, sisi fundamental menunjukkan perkembangan yang cukup agresif dalam setahun terakhir. Sepanjang 2025, WIFI mencatatkan lonjakan laba bersih menjadi Rp32,9 miliar atau tumbuh 176 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan yang mencapai Rp1,65 triliun atau naik hampir 147 persen. Hal tersebut ditopang oleh ekspansi pada segmen bandwidth dan fiber to the home, yang menjadi fokus utama dalam pengembangan bisnis.

Rencana ekspansi pada 2026 masih berada pada jalur yang sama, dengan target peningkatan jumlah pelanggan melalui penetrasi wilayah baru dan penguatan jaringan. Strategi ini menempatkan WIFI dalam posisi ekspansi yang masih berlangsung, dengan kebutuhan belanja modal yang relatif besar untuk menjaga pertumbuhan tersebut. 

Dalam konteks ini, perusahaan sebelumnya juga telah membagikan dividen tunai sebesar Rp4,72 miliar pada Juni 2025, meski dengan yield yang relatif terbatas.

Struktur kepemilikan saham yang melibatkan sejumlah nama besar turut menjadi perhatian pasar, terutama dalam menjaga persepsi terhadap arah jangka panjang perusahaan. Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi pasar dan tekanan eksternal, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi memicu koreksi lebih luas di indeks.

Dengan kombinasi koreksi harga, pertumbuhan bisnis yang masih berjalan, serta minimnya katalis jangka pendek dari sisi dividen, pergerakan WIFI saat ini berada dalam fase penyesuaian. Pendekatan buy on weakness menjadi strategi yang lebih relevan, dengan fokus pada pengelolaan risiko di area bawah dan menunggu konfirmasi penguatan sebelum masuk lebih agresif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait