Market Hari Ini 23 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

WIFI Lakukan Peralihan Saham Anak Usaha: Masuk Agresif atau Menunggu Koreksi Sehat?

Aksi korporasi WIFI lewat peralihan saham anak usaha JIA di GPI jadi katalis baru. Saham WIFI tembus resistance Rp2.860 berpeluang reli ke Rp3.010 dengan strategi buy on breakout.

WIFI lakukan aksi korporasi peralihan saham, teknikal beri sinyal “Sangat Beli”. Saham berpotensi reli ke Rp3.010 jika tembus resistance Rp2.860.

Ilustrasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Foto: Dok WIFI.
Ilustrasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Foto: Dok WIFI.

KABARBURSA.COM - Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) kembali mencuri perhatian setelah aksinya melalui anak usaha, PT Jaringan Infra Andalan (JIA), melakukan peralihan saham di PT Garuda Prima Internetindo (GPI).

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi restrukturisasi portofolio bisnis digital perseroan, yang diharapkan mampu memperkuat fundamental usaha sekaligus memberi fleksibilitas baru dalam ekspansi infrastruktur jaringan. 

Aksi korporasi semacam ini kerap dipandang investor sebagai sinyal positif, terutama bila tujuan akhirnya adalah mempertegas arah bisnis di segmen yang tengah tumbuh pesat.

Di pasar, pergerakan saham WIFI pada perdagangan Selasa, 23 September 2025, menunjukkan momentum yang sehat. Harga di sesi pertama ditutup menguat 1,45 persen ke level Rp2.800 per saham setelah sempat bergerak dalam kisaran Rp2.770 hingga Rp2.840. 

Volume perdagangan yang mencapai 714,76 ribu lot dengan nilai transaksi Rp200,6 miliar mengindikasikan adanya minat beli yang solid. Posisi ini juga menempatkan saham WIFI tidak jauh dari target auto reject atas (ARA) di Rp3.450, memperlihatkan potensi ruang penguatan yang masih terbuka.

Dari sudut pandang teknikal, saham WIFI berada dalam kategori “Sangat Beli”. Seluruh 12 moving average memberikan sinyal beli tanpa ada satu pun sinyal jual. Indikator RSI di level 58,5 menunjukkan momentum masih sehat, sementara MACD yang positif menegaskan tren kenaikan masih berlanjut. 

Dukungan juga datang dari ADX di atas 25 yang menandakan tren cukup kuat. Meski begitu, beberapa indikator seperti Stochastic RSI, Williams %R, dan CCI telah berada di zona jenuh beli, mengisyaratkan potensi koreksi jangka sangat pendek akibat aksi ambil untung.

Analis Rita Efendy dalam ulasannya menyebutkan level kunci yang perlu diperhatikan investor. Breakout di atas resistance Rp2.860 membuka peluang reli lanjutan menuju Rp3.010. Untuk mengantisipasi risiko, batas stop loss disarankan ditempatkan di bawah Rp2.670. 

Strategi yang dianjurkan adalah buy on breakout dengan menunggu konfirmasi penutupan harga di atas resistance tersebut. Atau, buy on weakness bila saham terkoreksi mendekati area support Rp2.680–Rp2.740. Target jangka pendek ada di Rp2.820–Rp2.880, sementara target lebih tinggi berada di Rp3.010.

Secara keseluruhan, aksi korporasi melalui peralihan saham anak usaha memberi sentimen positif tambahan terhadap kinerja perseroan, sementara indikator teknikal mendukung prospek penguatan saham WIFI. 

Bagi investor, fase saat ini bisa menjadi momen penting untuk memutuskan strategi, yaitu masuk secara agresif dengan buy on breakout, atau menunggu koreksi sehat untuk memperoleh harga yang lebih ideal. 

Yang jelas, dengan dukungan aksi korporasi, tren teknikal, dan momentum perdagangan, saham WIFI masih memiliki daya tarik kuat untuk dilirik pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait