Market Hari Ini 16 Apr 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

WIKA Beton Punya Rumah Modular Rp120 Jutaan, Apa Saja Keunggulannya?

WIKA Beton menghadirkan WHOME, rumah modular beton pracetak seharga Rp120 juta yang dapat dibangun hanya dalam 15 hari dan tahan gempa.

WIKA Beton meluncurkan WHOME, rumah modular pracetak Rp120 juta yang selesai dibangun 15 hari, tahan gempa, ramah lingkungan, dan dukung Program 3 Juta Rumah.

WIKA Beton Home (WHOME) dihadirkan untuk dukung Program 3 Juta Rumah. Dibanderol Rp120 juta. Foto: Harun/KabarBursa.com
WIKA Beton Home (WHOME) dihadirkan untuk dukung Program 3 Juta Rumah. Dibanderol Rp120 juta. Foto: Harun/KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Keunggulan WHOME

KABARBURSA.COM - PT WIjaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) memiliki produk yang bisa menjadi alternatif hunian perkotaan. Produk yang dinamai Wika Beton Home (WHOME) yang diluncurkan pada 2025 ini merupakan upaya perusahaan menghadirkan hunian pracetak yang didesain kokoh dan ramah lingkungan.

WHOME diluncurkan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah dari pemerintah. Sebab berdasarkan data yang dihimpun WIKA Beton, terdapat sekitar 29,2 juta penduduk Indonesia yang mengalami krisis perumahan atau belum memiliki hunian yang layak.

"WHOME adalah sebuah inovasi rumah modular berbasis beton pracetak. Kehadiran WHOME merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung Program Strategis Nasional untuk membangun 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia," ujar Yushadi Abdulhay, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk saat dihubungi KabarBursa.com, Kamis, 16 April 2026.

KabarBursa.com sempat mengunjungi rumah contoh WHOME yang berada di Pabrik Precast WIKA Beton di Bogor, Jawa Barat pada Rabu 16 April 2026.

Di lokasi tersebut, berdiri satu unit WHOME tipe 36 atau memiliki luas 36 meter. Secara tampilan, WHOME mengusung desain minimalis modern yang mengikuti tren hunian saat ini. Isi bangunannya terdiri dari ruang tamu, dua kamar mandi, dapur, dan satu kamar mandi.

WHOME juga diklaim memiliki konstruksi berbeda dengan rumah konvensional yang memakan waktu lama dalam pembangunannya.

"WHOME menawarkan efisiensi tinggi melalui sistem off-site construction. Komponen struktural yang terdiri dari fondasi, kolom, balok, dan sloof yang diproduksi dengan standar kualitas  di Pabrik Produk Beton (PPB) WIKA Beton, sementara di lokasi hanya dilakukan proses perangkaian," jelas Yushadi.

Keunggulan WHOME

WHOME juga dipastikan merupakan hunian tetap. Prototipenya dibuat dengan waktu seminggu untuk proses precast-nya. Secara total, pembangunannya diestimasikan butuh waktu 15 hari.

"Jika dihitung beserta pemasangan totalnya memakan waktu 15 hari. Untuk struktur dua hari, arsitektur sampai finishing 13 hari. Semuanya dikerjakan oleh enam orang, satu mandor dan lima pekerja," kata Yushadi.

Kecepatan waktu pembangunan juga dinilai sebagai salah satu nilai lebih dari WHOME.

"Keunggulannya, precast ini beda dengan cor proyek. Pasti mutu kita jamin. Material kita juga cek kualitasnya, proses sampai produksi sampai pengiriman kita sudah cek semua, produksinya cepat. Kalau cara konvensional, membuat rumah tipe 36 biasanya sulit bahkan tidak bisa selama 15 hari," kata Tim Konstruksi WHOME.

WHOME dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan. Pembangunannya memakan waktu sekitar 15 hari. Foto: dok. WIKA Beton

Lebih lanjut, WHOME juga dirancang tahan gempa dengan Kategori Desain Seismik (KDS) D di wilayah yang memiliki nilai SDS (Parameter Percepatan Respons Spektral Desain pada Periode Pendek) kurang dari  0,710g.

Menurut catatan perusahaan berkode saham WTON ini, SDS tersebut terdapat di 21 wilayah Indonesia seperti Merauke, Palangka Raya, Tanjungpinang, Banjarbaru, Samarinda, Pangkalpinang, Pontianak, Makassar, Palembang, Tanjung Selor, dan kota-kota besar lainnya.

Hasil rancangan tahan gempa tersebut didasarkan kepada pengembangan yang melibatkan uji siklik struktur yang dilakukan di Laboratorium Balai Besar Struktur Bangunan dan Geoteknik (BBSBG) Kementerian Pekerjaan Umum di Bandung. 

Rumah ini juga sudah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI) untuk ketahanan gempa, beban premium, persyaratan beton struktural, hingga perancangan beton pracetak.

Selain itu, WHOME memiliki aspek ramah lingkungan yang dinilai sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

"WHOME adalah Green Home. WIKA Beton berhasil mereduksi penggunaan semen, salah satu penyumbang emisi karbon terbesar dengan material ramah lingkungan seperti slag dan fly ash tanpa mengurangi kekuatan beton," pungkas Yushadi.

Sementara ini, WHOME telah berdiri di Aceh Tamiang untuk mendukung pemulihan kawasan terdampak bencana. Adapun biaya pembangunan satu unit WHOME tipe 36 dengan pengerjaan 15 hari kerja, ditawarkan sekitar Rp120 juta. Banderol tersebut di luar harga tanah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait