Market Hari Ini 06 Apr 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

WIKA Beton (WTON) Ekspansi ke Manila, Raih Kontrak USD110 juta Proyek Subway

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan keterlibatan dalam proyek ini bukan kali pertama bagi perseroan di Manila, namun kali ini memiliki skala dan nilai strategis yang lebih besar

PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) memperluas ekspansi internasional dengan memperkuat perannya dalam proyek kereta bawah tanah, Metro Manila

Dari kiri Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara dan jajaran direksi yang mendampingi di di pressroom Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 6 April 2026. (Foto: Desty Luthfiani/ KabarBursa.com)
Dari kiri Direktur Utama WIKA Beton Kuntjara dan jajaran direksi yang mendampingi di di pressroom Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 6 April 2026. (Foto: Desty Luthfiani/ KabarBursa.com)

KABARBURSA.COM— PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WIKA Beton (WTON) memperluas ekspansi internasional dengan memperkuat perannya dalam proyek kereta bawah tanah, Metro Manila Subway Project (MMSP) di Filipina.

Keterlibatan ini menjadi salah satu tonggak penting bagi emiten anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam menembus rantai pasok infrastruktur global sekaligus membawa kapabilitas industri manufaktur Indonesia ke level internasional.

Dalam proyek strategis tersebut, WTON melalui entitas anak usahanya PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe) dipercaya memasok bantalan jalan rel beton pratekan (PC sleeper) untuk kebutuhan jalur utama maupun depot. Proyek ini didukung pembiayaan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dikerjakan oleh kontraktor trackwork asal Prancis, Colas Rail.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan keterlibatan dalam proyek ini bukan kali pertama bagi perseroan di Manila, namun kali ini memiliki skala dan nilai strategis yang lebih besar. Selain suplai produk, WIKA Beton juga sebelumnya terlibat dalam penyediaan segmental tunnel.

“Manila ini mungkin bukan yang pertama buat kita. Tapi sekarang skalanya lebih besar dan menjadi milestone karena kita masuk tanpa capex, kita dibayar karena ekspertis kita,” ujar Kuntjara di pressroom Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Nilai kontrak untuk suplai bantalan beton ini diperkirakan mencapai sekitar USD110 juta atau setara Rp1,87 triliun. Produk akan diproduksi di Pabrik Produk Beton Majalengka, Jawa Barat, sebelum dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Manila secara bertahap hingga 2029. Seiring target penyelesaian proyek Metro Manila Subway yang diperkirakan rampung pada 2030.

Menurut Kuntjara, keberhasilan memenangkan proyek ini tidak lepas dari keunggulan kualitas produk dan rekam jejak WIKA Beton dalam proyek berbasis pendanaan JICA, termasuk pengalaman di MRT Jakarta. Dalam skema pembiayaan tersebut, kualitas menjadi faktor utama dibanding harga.

“Kami bersaing dengan produsen dari Filipina, ASEAN, bahkan Jepang. Tapi di proyek JICA itu bukan harga yang utama, kualitas dan reputasi yang menentukan,” katanya.

Ia juga menambahkan, status WIKA Kobe sebagai entitas yang memenuhi syarat Japanese content menjadi keunggulan tersendiri dalam memenangkan proyek tersebut.

Dalam pengembangan proyek Metro Manila Subway, progres konstruksi secara keseluruhan saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 30 persen. Tantangan utama masih berkisar pada pembebasan lahan serta regulasi di negara setempat.

“Tantangan terbesar itu regulasi, perpajakan, tenaga kerja, dan risiko proyek. Makanya kita tidak ambil capex besar di sana, kita fokus di expertise,” ujar Kuntjara.

Selain Metro Manila Subway, WIKA Beton juga tengah membidik peluang lain di Filipina seperti proyek North South Commuter Railway (NSCR), serta membuka peluang ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, termasuk Thailand yang saat ini tengah mengembangkan proyek kereta cepat dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta.

Kuntjara menegaskan bahwa strategi ekspansi internasional ini sejalan dengan transformasi bisnis WIKA Beton yang kini tidak hanya sebagai produsen beton pracetak, tetapi juga penyedia solusi terintegrasi di sektor infrastruktur, khususnya perkeretaapian.

“Kami tidak hanya jual beton, tapi juga masuk ke jasa dan instalasi. Kami ingin beyond precast manufacturing,” ujarnya.

Melalui ekspansi ini, WIKA Beton optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pemain global sekaligus mendorong kontribusi industri konstruksi Indonesia dalam pembangunan infrastruktur regional.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait