Market Hari Ini 23 Jul 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Yunila Wati

Wika Beton (WTON) Kantongi Laba Rp4,35 Miliar di Semester I 2025

Wika Beton (WTON) catat pendapatan Rp1,57 triliun dan kontrak baru Rp2,10 triliun hingga semester I 2025, didominasi proyek infrastruktur dan sektor swasta.

WTON catat laba Rp4,35 miliar dan kontrak Rp2,10 triliun per Juni 2025. Proyek infrastruktur dominasi. Beton pracetak dan readymix jadi penopang utama.

Ilustrasi: Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Wika Beton (Foto: Dok. Wika Beton)
Ilustrasi: Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Wika Beton (Foto: Dok. Wika Beton)

Daftar Isi

  1. 01 Strategi Wika Beton (WTON) Hadapi Tantangan Usaha

KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau Wika Beton (WTON) berhasil membukukan kinerja positif sepanjang semester I tahun 2025. Hal ini tergambar dari catatan laba dan pendapatan. 

Sekretaris Perusahaan Wika Beton, Yushadi, mengatakan hingga akhir Juni 2025, Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp4,35 miliar. 

"Capaian ini menunjukkan ketangguhan operasional Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional," ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima Kabarbursa.com, Rabu, 23 Juli 2025.

Dari sisi pendapatan, Wika Beton mencatatkan perolehan usaha sebesar Rp 1,57 triliun per Juni 2025. Yushadi menyatakan Kinerja ini mencerminkan upaya berkelanjutan Perseroan dalam menjaga produktivitas dan efisiensi operasional.

Adapun pendapatan terbesar Wika Beton pada periode ini masih berasal dari lini produk utama, yaitu beton pracetak dan beton segar (readymix), yang secara konsolidasi menyumbang 87,57 persen dari total pendapatan.

Lebih jauh Yushadi menyampaikan, segmen jasa konstruksi turut memberikan kontribusi positif sebesar 12,43 persen.Sampai pertengahan tahun, lanjut dia, Wika Beton telah membukukan kontrak baru senilai Rp 2,10 triliun. 

"Kontrak tersebut didominasi oleh proyek infrastruktur sebesar 50,93 persen, disusul sektor industri 23,31 persen, sektor kelistrikan 12,80 persen, serta sektor properti, energi, dan pertambangan dengan total kontribusi sekitar 13 persen," jelasnya. 

Dari sisi kepemilikan kontrak, Yushadi menyebut pelanggan swasta menjadi kontributor terbesar dengan porsi 57,72 persen. Disusul oleh BUMN lain 24,68 persen, induk usaha dan afiliasi 5,64 persen, dan kemitraan dalam bentuk KSO/JO sebesar 11,96 persen.

"Mengusung moto Solution and Trust, WIKA Beton terus berkomitmen untuk mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur nasional melalui penyediaan produk dan layanan berkualitas tinggi, serta penerapan prinsip-prinsip industri hijau yang berkelanjutan," pungkas Yushadi. 

Strategi Wika Beton (WTON) Hadapi Tantangan Usaha

Sebelumnya diberitakan, Wika Beton menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan di tahun 2025. Salah satu tantangan yang bakal dilewati perusahaan adalah efisiensi pemerintah. 

Yushadi mengatakan, Wika Beton bisa terkena imbas dari berkurangnya belanja infrastruktur pemerintah. 

“Anggaran pembangunan yang terbatas dapat memberikan dampak lanjutan terhadap para pelaku industri kontruksi," kata dia kepada Kabarbursa.com, Jumat, 30 Mei 2025.

Tantangan berikutnya yang akan dihadapi perusahaan dengan kode saham WTON ini adalah ketatnya persaingan dan risiko operasional. 

Yushadi mengungkapkan, saat ini Industri konstruksi tengah menghadapi persaingan yang ketat dan risiko operasional yang tinggi. 

Tekanan isu lingkungan dinilai menjadi rintangan terakhir dari Wika Beton di tahun ini. Menurut Yushadi, tuntutan untuk menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan semakin meningkat. 

Meski memiliki sejumlah rintangan, Yushadi menyatakan Wika Beton memiliki sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja di kuartal II 2025. Salah satunya ialah fokus pada proyek strategis. 

"Memprioritaskan proyek-proyek besar yang bernilai tinggi dan memiliki kelancaran pembayaran," kata dia. 

Dilanjutkan Yushadi, Wika Beton juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan mitra strategis untuk efisiensi dan akses ke proyek baru. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait