Market Hari Ini 08 Dec 2024 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Tim Editorial

XRP, Dogecoin, dan Sui: Tiga Kripto yang Kalahkan Bitcoin di 2024

XRP, Dogecoin, dan Sui: Tiga Kripto yang Kalahkan Bitcoin di 2024
XRP, Dogecoin, dan Sui: Tiga Kripto yang Kalahkan Bitcoin di 2024

Daftar Isi

  1. 01 1. XRP
  2. 02 2. Dogecoin
  3. 03 3. Sui
  4. 04 Beli, Jual, atau Tahan?
  5. 05 Bitcoin Tembus USD100 Ribu, Terlambatkah untuk Berinvestasi?
  6. 06 Bitcoin sebagai Aset Mainstream
  7. 07 Haruskah Berinvestasi di USD100 Ribu?

KABARBURSA.COM - Bitcoin mungkin menjadi sorotan utama tahun ini, terutama setelah peluncuran ETF spot Bitcoin pada Januari yang membuat harga Bitcoin melesat ke rekor tertinggi. Pada 3 Desember, Bitcoin mencatat kenaikan 125 persen untuk tahun ini dan diperdagangkan mendekati USD100 ribu.

Namun, sejumlah mata uang kripto lain ternyata tidak kalah bersinar. Dilansir dari USA Today, Dari 20 kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, 12 di antaranya menyamai atau bahkan melampaui Bitcoin dalam hal pengembalian. Tiga yang menarik perhatian saat ini adalah XRP, Dogecoin, dan Sui.

1. XRP

XRP sedang mengalami reli luar biasa. Harganya naik 440 persen dalam 30 hari terakhir dan hampir menembus USD3, meski baru sebulan lalu hanya bernilai USD0,50. Optimisme pro-kripto yang muncul seiring pemerintahan Trump menjadi katalis besar bagi XRP. Harapan bahwa masalah regulasi yang selama ini menghantui Ripple akan segera berakhir membuat investor semakin percaya diri.

Lebih dari itu, kemungkinan peluncuran ETF spot XRP pada 2025 menjadi daya tarik besar. Setidaknya empat perusahaan investasi, termasuk WisdomTree, telah mengajukan permohonan untuk ETF ini. Jika disetujui, peluncuran ETF XRP berpotensi membawa aliran dana besar ke kripto, seperti yang terjadi pada Bitcoin.

2. Dogecoin

Dogecoin tetap dikenal sebagai koin meme bertema anjing yang nilainya sangat bergantung pada hype. Namun, kripto ini mencatat kenaikan 180 persen dalam sebulan terakhir dan naik 366 persen sepanjang tahun.

Billionaire Elon Musk menjadi salah satu pendorong utama. Setelah ia mengusulkan pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), harga Dogecoin meroket. Dukungan politis, seperti pernyataan Senator Bernie Sanders yang mendukung upaya efisiensi pemerintah ini, turut mendorong kenaikan harga Dogecoin hampir 10 persen.

Meski demikian, hubungan resmi antara Dogecoin dan departemen baru ini tidak ada. Bagi investor, Dogecoin tetap menjadi spekulasi berisiko tinggi.

3. Sui

Sui adalah jaringan blockchain Layer 1 yang diluncurkan pada Mei 2023. Disebut-sebut sebagai “Solana berikutnya,” Sui menawarkan pemrosesan transaksi yang sangat cepat, bahkan mengalahkan Solana. Tahun ini, Sui mencatat kenaikan 371 persen. Rekor ini menjadikannya salah satu performa terbaik di pasar kripto.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah banyaknya proyek berbasis Sui yang bermunculan. Dengan kapitalisasi pasar hanya seperempat puluh dari Ethereum, Sui memiliki peluang besar untuk terus menarik perhatian investor.

Menariknya, Sui merencanakan peluncuran konsol game berbasis blockchain pada 2025. Proyek ini dirancang untuk menarik pengguna baru tanpa perlu memahami teknologi blockchain. Jika berhasil, ini bisa menjadi aplikasi pembunuh yang membawa adopsi massal ke ekosistem Sui.

Beli, Jual, atau Tahan?

Dari ketiga kripto ini, Sui dianggap sebagai investasi kuat untuk jangka panjang. XRP layak ditahan, sementara Dogecoin lebih baik dijual. Meski XRP dan Dogecoin sedang menunjukkan momentum kuat, keduanya lebih cocok untuk permainan jangka pendek.

Sebaliknya, Sui menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang yang stabil, terutama dengan rencana konsol gamenya yang dapat membawa adopsi ke tingkat berikutnya.

Namun, perlu diingat, investasi di altcoin memiliki risiko tinggi. Meski ketiga kripto ini mengungguli Bitcoin tahun ini, situasi bisa berubah drastis memasuki 2025. Pastikan untuk berinvestasi sesuai toleransi risiko Anda.

Bitcoin Tembus USD100 Ribu, Terlambatkah untuk Berinvestasi?

Harga Bitcoin melampaui USD100 ribu untuk pertama kalinya pada Kamis, 5 Desember 2024. Rekor ini menandai tonggak sejarah baru dalam dunia mata uang kripto. Nilai Bitcoin telah meningkat dua kali lipat sepanjang 2024 karena didorong ekspektasi regulasi yang mendukung di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pilihan Paul Atkins sebagai Ketua SEC, seorang pendukung kripto, semakin memperkuat optimisme di kalangan investor.

Bitcoin yang diluncurkan pada 2009 dengan nilai awal nol, kini dianggap sebagai aset global yang sah dan menarik minat institusional yang semakin besar. Namun, pertanyaannya, apakah masih ada peluang untuk bergabung dalam reli Bitcoin ini, atau para investor baru sudah ketinggalan?

Bitcoin sebagai Aset Mainstream

Nigel Green, CEO deVere Group, mengatakan lonjakan harga Bitcoin saat ini kemungkinan besar akan memicu minat baru, termasuk rasa takut ketinggalan alias FOMO. “Bitcoin sekarang adalah kelas aset arus utama yang tidak bisa disangkal,” ujarnya, dikutip dari USA Today, Ahad, 8 Desember 2024.

Meskipun volatilitasnya tinggi, Bitcoin kini dianggap sebagai bagian penting dari strategi investasi jangka panjang. Anthony Scaramucci, pendiri Skybridge dan mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih, menyarankan Bitcoin sebagai 1 hingga 4 persen dari portofolio taktis jangka panjang.

Haruskah Berinvestasi di USD100 Ribu?

Pada Kamis, 5 Desember 2024 sore, harga Bitcoin melonjak hingga USD103 ribu sebelum turun di bawah USD96 ribu. Nilai teranyar mencatatkan kenaikan tahunan sekitar 113 persen. Elizabeth Ayoola, pakar keuangan pribadi dari NerdWallet, mengatakan orang yang ragu-ragu mungkin bertanya-tanya apakah ini waktu yang tepat untuk membeli atau menunggu harga turun.

Kebijaksanaan umum menyarankan untuk tidak membeli aset saat nilainya berada di puncak. Namun, Ayoola mencatat volatilitas Bitcoin membuatnya sulit diprediksi.

Beberapa analis memperkirakan kenaikan harga akan berlanjut. Anthony Scaramucci menyebut Bitcoin bisa mencapai lebih dari USD170 ribu pada pertengahan 2025. Cathie Wood, CEO Ark Invest, memproyeksikan Bitcoin akan mencapai USD1,48 juta (Rp23,48 miliar dengan kurs Rp15.865) pada 2030. Standard Chartered Bank memprediksi harga Bitcoin akan menyentuh USD200 ribu pada akhir 2025.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait