Market Hari Ini 29 Dec 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Yen Menekan Nikkei, Kospi dan Shanghai Kompak Menguat

Penguatan yen tekan Nikkei 225, sementara Kospi dan SSE Composite ditopang aksi beli selektif. Rally logam mulia jadi latar utama pergerakan hari ini.

Yen menguat tekan Nikkei 225, sementara Kospi naik 1,25 persen dan SSE menguat tipis. Rally logam mulia dan faktor moneter memengaruhi bursa Asia pagi ini.

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Kospi dan SSE Composite Menguat

KABARBURSA.COM – Pergerakan bursa Asia hari ini ditentukan oleh faktor mata uang dan kebijakan moneter. Pada perdagangan pagi ini, Senin, 29 Desember 2025, penguatan yen menekan Nikkei 225. Sementara arus beli yang selektif menopang Kospi serta SSE Composite.

Di Tokyo, Nikkei 225 berada di level 50.572,49 atau turun 177,90 poin atau 0,35 persen dari sesi sebelumnya. Pergerakan ini berlangsung saat pasar regional merespons rally logam mulia yang sangat kuat dan likuiditas tipis menjelang akhir 2025.

“Bank-bank besar memperkirakan kenaikan lanjutan hingga 2026, kuatnya permintaan fisik serta ketidakpastian geopolitik dan moneter yang masih berlanjut menunjukkan bahwa reli logam mulia berpotensi berlanjut,” kata analis MUFG, Soojin Kim, dikutip dari Investing, pada Jumat, Desember 2025.

Kospi dan SSE Composite Menguat

Berbeda dengan penurunan di Jepang, Kospi Korea Selatan menguat +51,65 poin atau naik 1,25 persen menjadi 4.181,33.

Penguatan ini mencerminkan arah pasar yang tetap mempertimbangkan ekspektasi risiko secara selektif menjelang penutupan tahun buku, di mana beberapa investor masih menaruh minat pada aset berisiko moderat di tengah narasi risk-on tertentu di kawasan.

Sementara itu di Shanghai, SSE Composite ditutup pada harga 3.963,68, naik tipis +0,10 persen atau 4,06 poin. Pergerakan moderat ini terjadi di bawah bayang-bayang rally logam mulia yang menguat tajam, serta aktivitas pasar yang relatif tenang karena banyaknya bursa yang beroperasi dalam sesi pendek akibat libur akhir tahun.

Sentimen global yang mendasari pergerakan ini adalah rally logam mulia yang masih berlanjut, yang sering berkonotasi dengan preferensi investor terhadap aset “safe haven” saat pasar saham menghadapi ketidakpastian. 

Dalam laporan Reuters, reli ini didukung oleh permintaan kuat dari bank sentral dan aliran masuk yang besar ke ETF berbasis emas, serta kekhawatiran atas depresiasi mata uang dan peningkatan utang global, yang juga turut mendorong reli harga logam mulia tahun ini. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait