Otomotif 13 May 2025 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

Aismoli Minta Fasilitas Isi Daya Motor Listrik Diperbanyak

Motor listrik kini setara motor konvensional, efisien, minim emisi, dan cocok dikembangkan dengan SPKLU & SPBKLU PLN di Indonesia.

Ilustrasi pengguna motor listrik sedang mengisi daya. Foto dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com
Ilustrasi pengguna motor listrik sedang mengisi daya. Foto dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Target PLN Tambah SPKLU Mobil - Motor Listrik

KABARBURSA.COM – Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menilai, kualitas motor listrik yang dipasarkan di dalam negeri memiliki teknologi yang tidak kalah menarik dengan motor konvensional.

Menurutnya, motor listrik berbasis baterai menawarkan sejumlah kelebihan seperti efisiensi energi dan biaya operasional yang lebib rendah, serta biaya perawatan terjangkau karena suku cadangnya lebih sedikit dari motor bermesin bakar.

Selain tidak memiliki emisi gas buang, kelebihan motor listrik lainnya yaitu performa akselerasi instan yang mulai terasa pada putaran gas bawah. 

“Kalau secara umum, teknologi motor listrik sudah teruji terutama dalam durability kendaraan maupun baterai. Sehingga mungkin sepeda motor listrik itu secara kemampuannya sama dengan motor biasa. Itu sekarang yang saya perhatikan,” ujarnya saat dihubungi KabarBursa.com belum lama ini.

Meski demikian, Budi mengakui jika masih ada hambatan dari penerapan motor listrik di Indonesia, seperti halnya masalah infrastruktur pendukung. Menurutnya, jumlah stasiun isi daya motor listrik dan fasilitas penukaran baterai untuk motor listrik juga masih terbatas.

“Infrastruktur charging sampai tempat swap baterai memang yang masih belum mudah dijumpai di tempat-tempat umum. Jadi beda dengan SPKLU mobil listrik," jelasnya.

Meski begitu, Budi menilai penggunaan motor listrik baik untuk kendaraan pribadi maupun operasional perusahaan tidak begitu bergantung dari charging station layaknya mobil listrik yang membutuhkan konsumsi daya tinggi. Alasannya para pemilik motor listrik masih bisa mengecas daya baterai kendaraannya secara langsung di rumah.  

“(SPKLU) untuk motor listrik masih belum banyak. Mungkin karena charging motor listrik sebetulnya bisa di rumah juga, tempat umum juga punya tapi tidak menggunakan charging khusus dengan colokan biasa," imbuhnya.

Walau demikian, AISMOLI tetap mendorong pengembangan infrastruktur pendukung motor listrik untuk memudahkan sekaligus mempercepat adopsi EV roda dua di Tanah Air.

“PLN memang sudah mengembangkan SPKLU tapi orientasi PLN lebih banyak ke mobil listrik, karena mungkin motor itu kan cukup dengan daya 800 Watt, itu kan bisa di rumah juga. Tapi kami ingin (SPKLU motor listrik) disiapkan di mana-mana,” ujar Budi.

Target PLN Tambah SPKLU Mobil - Motor Listrik

PT PLN (Persero) terus memperkuat dukungannya terhadap adopsi kendaraan listrik di Indonesia dengan memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Sejak 2021 hingga akhir Desember 2024, jumlah SPKLU yang telah beroperasi tercatat mencapai 3.233 unit yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Memasuki 2025, PLN menargetkan peningkatan signifikan dengan menambah jumlah SPKLU menjadi 5.810 unit. Penambahan ini tidak hanya berasal dari inisiatif internal, tetapi juga melalui kolaborasi bersama mitra strategis.

“3.233 unit itu per Desember 2024. Mungkin per Februari bisa saja sekitar 3.400 SPKLU. Artinya rasio SPKLU kita terhadap populasi EV (Electric Vehicle) yang kita dapatkan datanya itu sekitar 68.695 unit adalah 1 banding 21, sehingga 1 SPKLU PLN bisa melayani 21 kendaraan listrik,” ujar Rudiana Nurhadian, Vice President Pengembangan dan Komersialisasi Produk PT PLN, dalam acara Kabarbursa Economic Insight beberapa waktu lalu.

Selain membangun SPKLU untuk mobil listrik, PLN juga memperluas ekosistem kendaraan listrik roda dua. Perusahaan pelat merah ini turut menghadirkan SPKLU khusus motor listrik, serta mengembangkan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk mendukung kebutuhan pengguna EV roda dua.

“Selain roda empat, kami pun mengembangkan juga untuk di roda dua namanya SPBKLU atau swap station. Dan kami pun juga saat ini sedang mengembangkan untuk SPKLU roda dua berupa fasilitas charging yang disediakan khusus untuk kendaraan roda dua,” jelas Rudiana.

Hingga saat ini, PLN telah membangun sebanyak 9.956 unit SPKLU untuk motor listrik, dan 2.240 unit SPBKLU. Selain itu, layanan home charging juga mendapat perhatian khusus. Tercatat, sebanyak 28.536 pelanggan telah menggunakan fasilitas pengisian daya di rumah yang disediakan oleh PLN.

“Karena kebiasaan pengguna kendaraan listrik ini mungkin 80 sampai 90 persennya menggunakan home charging, jadi kami pun juga mengembangkan ekosistem di home charging untuk lebih memudahkan pengguna EV,” tambahnya.

Di sisi lain, penguatan layanan digital juga menjadi fokus pengembangan. Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna kendaraan listrik kini dapat mengakses fitur Road Trip Planner yang memudahkan mereka mencari lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan.

“Kami pun juga mengembangkan digital sistemnya dengan mengintegrasikan seluruh layanan kami di platform PLN Mobile,” ungkap Rudiana.

Melihat tren pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin pesat, PLN telah menetapkan roadmap jangka panjang. Target jangka menengah perusahaan adalah membangun total 14.339 unit SPKLU hingga tahun 2027. Sementara pada 2030, jumlah tersebut diproyeksikan akan meningkat drastis menjadi 62.918 unit.

Proyeksi ini sejalan dengan prediksi lonjakan populasi kendaraan listrik di Indonesia, yang diperkirakan mencapai hampir satu juta unit atau sekitar 943.764 kendaraan pada 2030.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait