Otomotif 31 Dec 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Anomali! Ekspor EV China Melonjak, tapi Produsen Mulai Rugi

Lonjakan ekspor EV China ungkap tekanan overkapasitas di pasar domestik. Ekspor jadi solusi jangka pendek, tapi bukan jawaban atas masalah struktural industri.

Ekspor EV China melonjak 87 persen, tapi pasar domestik lesu. Overkapasitas dan perang harga dorong produsen cari solusi di luar negeri.

Ilustrasi ledakan ekspor mobil listrik China. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi ledakan ekspor mobil listrik China. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Ledakan ekspor kendaraan listrik (EV) China yang melonjak 87 persen secara tahunan pada November 2025 tidak sepenuhnya mencerminkan keberhasilan ekspansi global industri otomotif Negeri Tirai Bambu.

Di balik lonjakan tersebut, terdapat tekanan kelebihan kapasitas di pasar domestik yang mendorong produsen mengalihkan volume produksi ke luar negeri sebagai jalan keluar jangka pendek.

Melansir dari Carscoops, meski ekspor tumbuh agresif, pasar EV domestik China justru menghadapi perlambatan. Pengiriman kendaraan baru di dalam negeri diperkirakan turun hingga 5 persen pada 2026, kontraksi terbesar sejak 2020.

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan berkurangnya dukungan pemerintah dan warisan masalah overkapasitas industri yang belum terselesaikan.

Kondisi tersebut membuat ekspor berfungsi sebagai mekanisme pelepasan tekanan bagi pabrik dan rantai pasok. Dengan permintaan dalam negeri yang melemah dan subsidi yang mulai dikurangi, produsen EV China semakin bergantung pada pasar luar negeri untuk menjaga utilisasi kapasitas dan arus produksi. Namun, pergeseran ini tidak serta-merta menyelesaikan persoalan struktural di dalam negeri.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan sekitar 50 produsen EV di China yang masih merugi berpotensi harus mengecilkan skala usaha atau menghentikan operasi pada 2026.

Tekanan ini muncul di tengah perang harga yang berkepanjangan, biaya riset dan pengembangan yang tinggi, serta kebutuhan membangun portofolio model yang luas untuk bertahan di pasar.

“Waktu tidak berpihak pada para pemain yang mobilnya tidak mampu memikat para pengemudi muda,” kata Qian Kang selaku pengelola pabrik yang memproduksi papan sirkuit otomotif.

“Bagi sebagian besar perakit EV yang tidak menguntungkan, kinerja tahun depan akan sangat penting,” imbuhnya.

Di sisi kebijakan, ketidakpastian juga membayangi pasar domestik. Beijing masih akan menentukan apakah subsidi tukar tambah EV sebesar 20.000 yuan akan diperpanjang.

Sementara itu, pembebasan pajak pembelian 10 persen dijadwalkan berakhir pada akhir tahun dan digantikan tarif 5 persen mulai Januari sebelum kembali normal pada 2028. Perubahan ini berpotensi semakin menekan daya serap pasar dalam negeri.

Ketergantungan yang meningkat pada ekspor membuat industri EV China semakin sensitif terhadap kebijakan dagang negara tujuan. Di tengah persaingan global dan potensi hambatan perdagangan, ekspor memang memberi ruang bernapas sementara, tetapi tidak menghilangkan tantangan mendasar berupa kelebihan kapasitas dan lemahnya profitabilitas.

Investor Yin Ran menilai fase industri telah berubah. Menurutnya, pesta penggalangan dana seputar produsen kendaraan listrik dan pemasok komponen mobil utama di Tiongkok kini telah berakhir,” ujarnya.

“Jadi ini akan menjadi permainan bertahan hidup, dengan produsen mobil yang menguntungkan menjadi pemenangnya, sementara pemain yang tidak menguntungkan akan segera kehabisan dana,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, lonjakan ekspor EV China saat ini lebih mencerminkan upaya menyalurkan tekanan domestik ke pasar global.

Selama permintaan dalam negeri belum pulih dan struktur industri belum dirasionalisasi, ekspor berperan sebagai katup pengaman sementara, bukan solusi jangka panjang bagi tantangan ekonomi sektor kendaraan listrik China.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait