Otomotif 07 Mar 2025 Penulis: Harun Rasyid Editor: Uslimin Usle

BYD Atto 3 Terbaru Dijual Mulai Rp200 Jutaan

Kini BYD Atto 3 terbaru dilengkapi teknologi autopilot canggih bernama God's Eye C serta fitur yang lebih canggih.

Kini BYD Atto 3 terbaru dilengkapi teknologi autopilot canggih bernama God's Eye C serta fitur yang lebih canggih.

BYD Atto 3 terbaru meluncur, harga mulai Rp200 Jutaan foto: dok. Dongchedi
BYD Atto 3 terbaru meluncur, harga mulai Rp200 Jutaan foto: dok. Dongchedi

KABARBURSA.COM - BYD telah meluncurkan Atto 3 facelift di China. Unitnya kini mengusung sejumlah pembaruan dari segi eksterior hingga interiornya.

Kini BYD Atto 3 terbaru dilengkapi teknologi autopilot canggih bernama God's Eye C serta fitur yang lebih canggih.

Berdasarkan laporan Carnewschina, eksterior BYD Atto 3 facelift kini dilengkapi intake udara berbentuk trapesium dengan ukuran lebih besar, mika lampu depan berkelir hitam atau smoke, bagian pilar D yang dihitamkan, serta spoiler atap baru dengan lampu rem ganda pada bagian buritannya.

Kemudian emblem bertuliskan "Build Your Dreams" di bodi belakang Crossover listrik ini juga dihilangkan, dan diganti dengan emblem "BYD" yang lebih simpel.

Meski eksteriornya disegarkan, dimensi BYD Atto 3 masih tetap sama yaitu dengn panjang  4455 mm, lebar 1875 mm, tinggi 1615 mm dengan jarak sumbu roda 2720 mm. 

Masuk ke interior, Atto 3 model tahun 2025 ini mengusung dua warna baru pada kabinnya yaitu krem ​​serta abu-abu yang terlihat minimalis dan modern.

Interior BYD Atto 3 facelift. Foto: Carnewschina
Pembaruan lain pada interiornya terdapat di tuas persneling yang dipasang di belakang Steering Wheel baru. Kemudian sisi tengah yang memisahkan bangku pengemudi dan penumpang juga mendapat penyesuaian dengan dua cup holder untuk menaruh minuman, satu blok tombol fisik, dan bantalan dari fitur wireless charging berdaya 50 W untuk menaruh gadget saat mengecas.

Peningkatan lain pada kabin BYD Atto 3 terbaru adalah panel kluster instrumen 8,8 inci baru, layar head-up display berukuran 12 inci, dan kamera yang dipasang di pilar A untuk memantau pengemudi. Selain itu mobil yang di China bernama Yuan Plus tersebut, kini memiliki lemari es kecil untuk menyimpan minuman atau makanan selama perjalanan.

Lebih lanjut, BYD Atto 3 facelift menawarkan fitur utama pengemudian cerdas Gods' Eye C atau yang juga dikenal dengan nama sistem DiPilot 100.

Kinerja fitur God's Eye C didukung blok tiga kamera di kaca depan Atto 3, kemudian kamera tersebut ikut menjalankan sistem dan fungsi Navigation On Autopilot (NOA) berkecepatan tinggi dengan 10 skenario penggunaan yang didukung.

Nantinya, sistem ini akan mendapat pembaruan dengan fungsi NOA yang dibutuhkan untuk berkendara di dalam kota.

Rival terbaru dari Chery Omoda E5 dan Geely EX5 ini, masih mengusung penggerak roda depan yang sama dengan model 2024, unitnya dibekali perangkat motor listrik bertenaga 150 kW atau 201 HP.

Motor listriknya dipadukan baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) yang memiliki dua varian kapasitas yaitu 49,9 kWh untuk jangkauan jarak tempuh 430 kilometer (km), dan 60,5 kWh dengan jarak tempuh hingga 510 km berdasarkan pengetesan CLTC.

BYD Atto 3 terbaru dipasarkan dalam lima pilihan trim atau tipe dengan harga 115.800 hingga 145.800 Yuan. Kalau dirupiahkan, harga BYD Atto 3 facelift menjadi Rp261,2 jutaan hingga Rp328,9 jutaan.
Eksterior BYD Atto 3 facelift di China. Foto: dok. Dongchedi
Harga tersebut terhitung 1.000 yuan lebih dari Atto 3 trim paling rendahnya dibanding model tahun 2024. Sementara pada trim tertingginya, harganya menjadi 1.000 yuan atau Rp2,2 jutaan lebih mahal dibanding Atto 3 versi sebelumnya.

Sementara harga BYD Atto 3 di Indonesia yang belum mendapat penyegaran seperti di Negeri Tirai Bambu, diniagakan Rp470 juta hingga Rp520 juta on the road (OTR) Jakarta. 

Penjualan BYD Bulan Lalu Tumbuh Nyaris 9 Persen

Merek mobil asal China, Build Your Dreams (BYD) meraih pencapaian positif dalam penjualan kendaraannya di pasar global pada Februari 2025.

Pada bulan kedua tahun 2025, BYD mampu menjual 322.846 unit mobil baru atau mengalami peningkatan 8,9 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara sepanjang Januari 2025, jumlah penjualan BYD tercatat sebanyak 296.446 unit.

Dikutip dari Carnewschina, naiknya penjualan mobil BYD di pasar global dikarenakan berakhirnya liburan Tahun Baru Imlek. Sehingga jenama otomotif yang berkantor pusat di Shenzhen, China ini mampu mengekspor sebanyak 67.025 kendaraan, jumlah tersebut naik 187,8 persen dari tahun ke tahun.

Lebih lanjut, ekspor mobil BYD ke luar China juga telah naik berturut-turut selama tiga bulan, atau sejak November di mana jumlah kendaraaan BYD yang diekspor mencapai 30.977 unit.

Demi memenuhi pangsa ekspornya, BYD berencana memiliki delapan kapal pengangkut mobil pada tahun 2026. Sejauh ini, BYD telah mengoperasikan empat armada kapal pengangkut, yang terbaru adalah kapal RoRo BYD Shenzhen. Kapal ini telah berlabuh pada tanggal 16 Januari di Tiongkok. 

Kapal ini juga merupakan kapal pengangkut terbesar BYD dengan panjang 219 meter serta kapasitas muatan yang mampu menampung hingga 9.200 unit mobil.

Adapun jumlah penjualan BYD per Februari 2025, merupakan gabungan dari penjualan merek BYD dan ketiga submereknya yakni Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang. 

Dari total penjualan sebanyak 322.846 unit, BYD berkontribusi sebanyak 304.673 unit, disusul Denza semgan 8.513 unit, kemudian mobil Fang Cheng Bao dengan perolehan 4.942 unit, serta Yangwang dengan 105 unit.

Dengan jumlah penjualan kendaraan tersebut, menandai pertumbuhan sebesar 165,2 persen dibanding Februari 2024 atau Year on Year (YoY).

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait